Bandung, BEKASI.POJOKSATU.id - Setiap individu hingga masyarakat memiliki potensi untuk berkembang apabila mendapatkan kesempatan dan pendampingan yang tepat.
Semangat inilah yang sedang diwujudkan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) Fuel Terminal (FT) Bandung melalui lima program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan kelompok rentan, penguatan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan kepedulian lingkungan.
Kelima program tersebut menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sejumlah wilayah.
Merajut Asa Kita di Kelurahan Binong, Kota Bandung, memberdayakan penyandang disabilitas melalui pelatihan dan pengembangan usaha kerajinan rajut, dengan 35 penerima manfaat langsung dan 400 tidak langsung.
Berbagi Rasa & Cerita di Desa Cipaganti, Kabupaten Garut, memperkuat kapasitas petani kopi dari budidaya hingga pemasaran, menjangkau 35 KK secara langsung dan 635 orang secara tidak langsung.
Di bidang pelestarian budaya, Kampung CSV UDO Eco Land di Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, mendorong pelestarian budaya Sunda dan regenerasi pelaku seni dengan 211 penerima manfaat langsung dan 11.711 tidak langsung.
Sementara itu, Lentera Jiwa di Desa Pangauban, Kabupaten Bandung Barat, mendukung pemulihan dan pemberdayaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta orang dengan masalah kejiwaan (ODMK), dengan 11 penerima manfaat langsung dan 620 tidak langsung.
Di lokasi yang sama, Jiwa Berdaya mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan melalui pengolahan limbah eceng gondok menjadi produk bernilai jual serta pendampingan UMKM. Program ini menjangkau 52 penerima manfaat langsung dan 250 tidak langsung.
Secara keseluruhan, kelima program tersebut mencatat 344 penerima manfaat langsung (sesuai satuan masing-masing program, termasuk KK) dan 13.616 penerima manfaat tidak langsung.
Dampak pemberdayaan turut dirasakan Eka Rahmat Jaya, Ketua Kelompok Merajut Asa Kita, yang telah menjadi penerima manfaat sejak 2022. Menurutnya, pendampingan Pertamina tidak hanya membuka peluang ekonomi, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemandirian masyarakat.
“Melalui program ini, kami mendapatkan kesempatan peluang untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan sesuatu yang bernilai. Dampaknya bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga tumbuhnya rasa percaya diri, kemandirian, serta kebersamaan antarwarga. Kami merasa memiliki ruang untuk berkembang dan maju bersama,” ujar Eka.
Atas konsistensi pelaksanaan program TJSL, Pertamina juga meraih berbagai apresiasi, di antaranya PROPER Emas sebanyak empat kali pada 2017-2019 dan 2021, Guangzhou International Award kategori Winner of the Medal of Honor, PR Indonesia Awards hingga lainnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, menyampaikan bahwa berbagai program tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan untuk menghadirkan pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Bagi kami, keberhasilan program TJSL bukan hanya dilihat dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari tumbuhnya kemandirian dan kemampuan masyarakat untuk terus berkembang. Kami ingin memastikan setiap individu dan potensi lokal mendapatkan ruang untuk tumbuh sehingga mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Reno.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional JBB terus mendorong terciptanya masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya.
Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pencapaian Asta Cita.






