POJOKSATU.id - Gugatan Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang, terhadap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, siap dihadapi dengan sikap tegar oleh Gubernur tersebut.

Ridwan Kamil, yang merupakan cucu dari ulama pendiri delapan pesantren di Jawa Barat, KH Muhyiddin, menyatakan kesiapannya dalam menghadapi gugatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa ini adalah urusan peradilan dunia dan ia akan mematuhi aturan hukum.

“Sebagai pemimpin Jawa Barat, saya sudah bersumpah untuk menjaga Jawa Barat dan NKRI serta berkewajiban membela umat dan syariat dari hal-hal yang membahayakan dan meresahkan,” ucap dia.

Baca Juga: 3 Nasihat Filosofi Sunda dari Ridwan Kamil untuk Kepemimpinan Dani Ramdan

Ia bertekad menjalankan amanah kepemimpinannya dengan semangat keikhlasan, mengikuti jejak kesungguhan dan keberanian kakeknya, KH Muhyiddin, dalam memimpin santri dan masyarakat.

KH Muhyiddin, yang merupakan tokoh agama dan pejuang, selalu berjuang melawan penjajahan pemerintah kolonial Belanda dan setelah kemerdekaan Indonesia, ia tetap bergerilya melawan penjajahan.

Semangatnya dalam memimpin pasukan Hizbullah Pagelaran untuk melawan tentara NICA di Ciater bersama Badan Keamanan Rakyat (BKR) terus menginspirasi cucunya, Ridwan Kamil.

“Terutama soal mengabdi kepada negara dilandasi semangat keikhlasan,” katanya.

Sebagai Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah meluncurkan berbagai program unggulan, termasuk program Sadesa yang bertujuan untuk memiliki satu penghafal Alquran di setiap desa di Jawa Barat.

“Di Jabar ada 5.300 desa, cita-cita saya selama lima tahun memimpin Jabar, Insyaallah target tiap desa punya satu penghafal Qur’an,” ujar suami Atalia Praratya itu, optimis.

Ia juga mendukung pendidikan di pesantren tahfizh dengan memberikan beasiswa kepada anak desa untuk menjadi penghafal Alquran.

Baca Juga: Lebih Pilih Dampingi Ridwan Kamil Dibanding Ganjar Ketua DPC PDIP Kota Bekasi Terancam Kena Sanksi, Pindah Bendera?

Program-program lainnya termasuk dakwah digital, English for Ulama, One Pesantren One Product (OPOP), Maghrib mengaji sampai Isya, dan bantuan Kredit Mesra untuk masyarakat ekonomi sejahtera sesuai syariat Islam.

“Syaratnya Cuma rajin ke masjid. Kalau minta satu juta, wajib hafal satu juz Alqur’an. Kalo pinjam Rp30 juta, harus hafal dulu 30 juz,” ucap tokoh muda potensial calon pemimpin negeri di masa depan itu

Semua program ini merupakan upaya Ridwan Kamil untuk mewujudkan nasihat dari sang kakek dan ibunda tercinta, yaitu bagaimana mengoptimalkan dakwah Islam di Jawa Barat melalui kekuasaan yang dimilikinya saat ini.

Ia berharap agar di akhir jabatannya, seluruh wilayah Jabar memiliki banyak penghafal Alquran.***