BEKASI.POJOKSATU.ID - Arus balik Lebaran 2026 dipastikan belum sepenuhnya usai.

Kepolisian melalui Korps Lalu Lintas Polri memprediksi masih akan terjadi lonjakan kendaraan pada akhir pekan, khususnya pada Sabtu 28 Maret 2026 sore hingga Minggu 29 Maret 2026, seiring pergerakan sisa pemudik yang kembali ke Jakarta.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengungkapkan bahwa meskipun sebagian besar kendaraan telah kembali, potensi peningkatan arus masih cukup besar.

Hal ini didasarkan pada data traffic counting yang menunjukkan masih adanya sisa kendaraan yang belum masuk ke wilayah Jakarta.

Baca Juga: Tanpa Disadari, 5 Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Menggerus Ingatan dan Picu Demensia

“Dari kalkulasi traffic counting, sampai saat ini kurang lebih hampir sekitar 22 persen. Jadi kemungkinan hari ini juga agak sore ada bangkitan arus, termasuk juga mungkin besok Minggu 29 Maret 2026 juga kami persiapkan,” ujarnya, di Cikarang, Sabtu 28 Maret 2026.

Lonjakan arus ini diperkirakan menjadi fase puncak lanjutan setelah periode arus balik sebelumnya yang telah berlangsung sejak 23 Maret.

Dengan sisa sekitar 22 persen kendaraan yang masih berada di luar Jakarta, peningkatan volume kendaraan di jalan tol dan jalur utama diprediksi akan terjadi secara bertahap hingga akhir pekan.

Meski demikian, Korlantas memastikan kondisi arus lalu lintas hingga saat ini masih relatif terkendali.

Baca Juga: Tanpa Disadari, 5 Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Menggerus Ingatan dan Picu Demensia

Berbagai skema rekayasa lalu lintas telah diterapkan untuk menjaga kelancaran perjalanan para pemudik yang kembali ke ibu kota.

“Arus masih cukup terkendali. Namun kami tetap siapkan langkah antisipasi jika terjadi peningkatan volume kendaraan,” kata Agus.

Saat ini, rekayasa lalu lintas berupa one way tahap 1 dan tahap 2 masih diberlakukan di sejumlah ruas strategis, khususnya dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Tol Cikampek Utama.

Selain itu, opsi penerapan one way tahap 3 juga telah disiapkan sebagai langkah lanjutan jika terjadi lonjakan signifikan.

Korlantas bahkan membuka kemungkinan penerapan one way nasional tahap kedua apabila kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan arus yang tajam.

Keputusan tersebut akan diambil berdasarkan evaluasi situasi secara real time.

“Jika terjadi peningkatan signifikan, tidak menutup kemungkinan one way nasional tahap dua akan diberlakukan,” tegasnya.

Baca Juga: Bahaya Self Diagnose dari Media Sosial, Lebih dari Setengah Konten Kesehatan Mental Ternyata Menyesatkan

Selain jalur Trans Jawa, arus kendaraan dari wilayah Jawa Barat dan Sumatra juga menjadi perhatian.

Pengelolaan arus dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan memanfaatkan jalur alternatif seperti Tol Fungsional Japek II Selatan untuk memecah kepadatan.

Dengan prediksi lonjakan yang masih akan terjadi, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Korlantas memastikan seluruh skenario telah disiapkan guna menjaga arus balik tetap aman, lancar, dan terkendali hingga seluruh pemudik kembali ke Jakarta.***