BEKASI.POJOKSATU.ID - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) serta Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 30 Maret 2026 di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Agenda ini dilaksanakan secara hybrid, yakni tatap muka dan melalui sistem elektronik eASY.KSEI yang difasilitasi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Dalam RUPST, perseroan membahas berbagai agenda rutin, mulai dari persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025, penggunaan laba bersih, hingga penunjukan akuntan publik untuk tahun 2026. Selain itu, turut ditetapkan perubahan susunan manajemen, pembagian tugas direksi, serta penetapan remunerasi bagi dewan komisaris, dewan pengawas syariah, dan direksi. Rapat juga memaparkan realisasi penggunaan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan tahun 2025.
Sementara itu, dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui perubahan anggaran dasar perusahaan yang disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Selain itu, disepakati pula rencana pengalihan atau penjaminan sebagian besar hingga seluruh piutang perseroan sebagai bagian dari strategi penguatan pendanaan.
Baca Juga: Per 29 Maret 2026, Arus Balik Lebaran 2026 Masih Meningkat
Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, menyampaikan apresiasi atas dukungan para pemangku kepentingan selama tahun 2025. Ia menilai perusahaan mampu mempertahankan kinerja solid meski di tengah tantangan ekonomi dan kompetisi industri.
Dari sisi kinerja, WOM Finance mencatat penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp5,94 triliun, meningkat 9,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total aset perusahaan juga tumbuh menjadi Rp7,37 triliun, sementara ekuitas mencapai Rp1,98 triliun. Laba bersih tercatat sebesar Rp142,55 miliar, dengan rasio profitabilitas dan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga.
Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan pengelolaan risiko yang disiplin serta penerapan prinsip kehati-hatian di tengah persaingan industri pembiayaan.
"Sebagai bagian dari penguatan struktur permodalan, perseroan telah menerbitkan obligasi senilai Rp1,5 triliun pada 2025 serta memperoleh tambahan fasilitas kredit perbankan sebesar Rp1,65 triliun," kata dia dalam keterangan resminya.
Dalam rapat tersebut juga ditetapkan susunan terbaru dewan komisaris, direksi, dan dewan pengawas syariah. Perubahan ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mendukung strategi bisnis ke depan.
Baca Juga: UGM dan IHC Bangun Standar Baru Hipnoterapi Indonesia, 15.500 Alumni Disiapkan
Persetujuan atas perubahan anggaran dasar serta rencana penjaminan piutang dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga likuiditas dan memastikan keberlanjutan operasional perusahaan sesuai prinsip tata kelola yang baik.***




