BEKASI.POJOKSATU.ID - Cat rumah yang menggelembung kerap menjadi masalah yang mengganggu tampilan dinding.

Selain terlihat kusam dan tidak rapi, kondisi ini juga dapat menyebabkan cat mudah mengelupas jika dibiarkan terlalu lama.

Masalah tersebut umumnya dipicu oleh dinding yang lembap, kualitas cat yang kurang baik, atau kesalahan saat proses pengecatan sehingga diperlukan penanganan yang tepat agar cat kembali awet dan dinding tampak mulus.

Baca Juga: Hujan Masih Turun, Warga Diminta Waspada Longsor Lanjutan di Bandung Barat

Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux), Rahman Wijaya, menjelaskan bahwa penyebab utama cat menggelembung adalah penggumpalan garam alkali atau efflorescence.

Kondisi ini muncul akibat suhu yang lembap serta buruknya kualitas udara di dalam ruangan.

Garam alkali biasanya keluar dari permukaan dinding beton atau bata dalam bentuk serbuk putih mirip kapur.

Baca Juga: Belum Ada Bantuan dari Pemkab Bekasi, Kades Muarabakti Soroti Janji Kecamatan Babelan ke Korban Banjir

“Tanda adanya garam alkali itu biasanya muncul serbuk putih seperti kapur di permukaan dinding. Makanya pangkal penyakitnya itu mesti kita perbaiki dulu, dari cat dasarnya sejak awal,” ujar Rahman.

Menurut Rahman, jika sumber masalah tidak diatasi, pengecatan ulang hanya akan bersifat sementara karena gelembung cat akan kembali muncul.

Oleh karena itu, penanganan dinding sebelum pengecatan menjadi tahap yang sangat penting.

Baca Juga: Korban Banjir di Desa Muarabakti Bertahan Tanpa Bantuan Kecamatan Babelan dan Pemkab Bekasi

Salah satu cara utama mengatasi dan mencegah cat menggelembung adalah dengan menggunakan cat dasar atau primer.

Cat dasar merupakan lapisan pertama yang diaplikasikan sebelum cat akhir atau top coat.

Umumnya, cat primer memiliki pilihan warna terbatas dan paling sering digunakan warna putih.

Fungsi cat dasar tidak hanya mencegah munculnya garam alkali, tetapi juga melindungi dinding dari kelembapan serta membantu cat akhir menempel lebih baik.

Dengan begitu, hasil pengecatan menjadi lebih kuat dan tahan lama.

Baca Juga: Banjir Bekasi: Sodetan Kali CBL Jadi Opsi Utama

Head of Marketing PT ICI Paints Indonesia, Niluh Putu Ayu, menambahkan bahwa air dan kelembapan merupakan musuh utama dinding rumah, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

“Musuh terbesar daripada tembok adalah air dan kelembapan. Apalagi di Indonesia, tingkat kelembapan sangat tinggi. Oleh karena itu, cat dasar itu sangat dibutuhkan,” ungkap Niluh.

Dalam proses pengecatan, dinding harus dipastikan benar-benar bersih. Cat lama atau top coat yang mengelupas perlu dikikis hingga tidak ada sisa cat yang menempel.

Baca Juga: Ayam Goreng Korea Lagi Hype! Ini 3 Tempat Korean Chicken Paling Diburu di Jakarta

Setelah itu, dinding dilapisi cat dasar satu lapis dan dibiarkan hingga kering sempurna.

Tahap berikutnya adalah mengaplikasikan cat akhir minimal dua lapis agar warna lebih merata dan perlindungan maksimal.

Untuk area luar ruangan, pemilihan jenis cat juga perlu diperhatikan.

Cat khusus eksterior dianjurkan karena memiliki daya tahan lebih baik terhadap cuaca, air hujan, dan paparan sinar matahari.

Dengan langkah yang tepat dan penggunaan cat yang sesuai, masalah cat menggelembung dapat dicegah sehingga dinding rumah tetap rapi dan awet dalam jangka panjang.***