BEKASI.POJOKSATU.id – Banjir akibat luapan Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) masih melanda Desa Muarabakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Hingga satu pekan setelah kejadian, ribuan korban banjir di Desa Muarabakti masih berjuang menghadapi dampak genangan tanpa adanya bantuan dari Pemerintah Kecamatan Babelan dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Berdasarkan data Pemerintah Desa Muarabakti, sekitar 3.000 warga terdampak banjir yang tersebar di tiga dusun.
Baca Juga: Banjir Bekasi: Sodetan Kali CBL Jadi Opsi Utama
Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter, merendam permukiman dan mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Kepala Desa Muarabakti, Asmawi, menyebutkan belum ada bantuan resmi yang diterima dari Pemkab Bekasi hingga Sabtu, 24 Januari 2026. Menurutnya, bantuan justru datang dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar desa.
“Sudah satu minggu warga kami terdampak banjir, tapi bantuan dari Pemerintah Kabupaten belum kami terima. Yang membantu justru perusahaan-perusahaan di sini,” ujar Asmawi saat dihubungi jurnalis bekasi.pojoksatu.id, Sabtu, 24 Januari 2026.
Baca Juga: Kabupaten Bekasi Stop Perizinan Perumahan Setelah Banyak Permukiman Terendam Banjir
Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan dasar warga masih cukup mendesak, terutama bagi keluarga yang terdampak paling parah dan belum tersentuh bantuan sama sekali.
Selain dari perusahaan setempat, Asmawi turut mengeluarkan dana pribadi untuk memberi bantuan kepada masyarakat setempat.***




