BEKASI.POJOKSATU.id – Sebelum Zach Cregger dipercaya menggarap reboot terbaru Resident Evil yang tayang September 2026 mendatang, franchise ini sebenarnya sudah lebih dulu mencoba peruntungan lewat reboot pertamanya, Resident Evil: Welcome to Raccoon City, pada 2021. Sayangnya, upaya tersebut berakhir dengan kegagalan besar, baik dari sisi kritik maupun pendapatan box office, yang akhirnya membuat pihak studio memutuskan mencoba lagi dari awal.
Disutradarai Johannes Roberts, yang sebelumnya dikenal lewat film 47 Meters Down, reboot ini awalnya digadang-gadang sebagai adaptasi paling setia terhadap gim aslinya, dengan mengangkat langsung cerita dari Resident Evil pertama dan kedua sekaligus dalam satu film.
Niat ini justru menjadi bumerang, sebab terlalu banyak karakter ikonik seperti Chris Redfield, Claire Redfield, Leon Kennedy, Jill Valentine, Albert Wesker, hingga keluarga Birkin yang harus dijejalkan dalam satu durasi film, tanpa cukup ruang untuk mengembangkan masing-masing karakter secara mendalam.
Baca Juga: Perbandingan Cerita Film Resident Evil dengan Gim Aslinya, Resident Evil 2
Dari segi kritik, film ini mendapat sambutan sangat buruk, hanya mengantongi skor 26 hingga 31 persen di Rotten Tomatoes tergantung sumber pencatatannya, menjadikannya salah satu film dengan rating terburuk sepanjang sejarah franchise Resident Evil. Sejumlah kritikus menilai penulisan naskah dan dialognya terasa lemah, ditambah penampilan para aktornya yang dianggap kurang meyakinkan dalam membawakan karakter-karakter ikonik tersebut.
Kegagalan ini semakin diperparah dari sisi finansial. Dengan anggaran produksi sebesar 25 juta dolar AS, film ini hanya mengumpulkan pendapatan sekitar 41,8 juta dolar AS secara global, jauh dari ekspektasi. Bahkan pada pekan pembukaannya saja, film ini hanya meraup 8,8 juta dolar AS dalam lima hari pertama penayangan, menjadikannya pembukaan terburuk sepanjang sejarah franchise Resident Evil, mengalahkan rekor terburuk sebelumnya yang dipegang Resident Evil: The Final Chapter.
Selain masalah naskah, sejumlah laporan turut mengungkap bahwa proses produksi film ini juga sempat terganggu pemangkasan anggaran, yang membuat banyak elemen penting terpaksa dihilangkan dari versi final, termasuk sejumlah desain monster dan momen penting yang sebelumnya sudah dirancang dalam naskah awal.
Baca Juga: Perjalanan Filosofi Teras dari Buku Bestseller ke Layar Lebar
Dengan hasil yang jauh dari harapan ini, wajar jika pihak Constantin Film akhirnya memutuskan untuk kembali merombak total pendekatan mereka terhadap franchise ini. Alih-alih melanjutkan cerita dari Welcome to Raccoon City, mereka memilih memulai dari nol lagi lewat reboot kedua yang kini digarap Zach Cregger, dengan harapan bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sebelumnya membuat reboot pertama gagal total di pasaran.***



