BEKASI.POJOKSATU.id - Goenawan Mohamad merupakan salah seorang penyair, penulis sastra dan jurnalis Indonesia yang telah berkarir sejak tahun 1960an.
Karya pertama Goenawan Mohamad merupakan sebuah karya sastra yang dia terbitkan di majalah Harian Abadi pada tajun 1960.
Dalam karirnya sebagai pengarang dan jurnalis, Goenawan Mohamad turut berkontribusi atas berdirinya beberapa majalah dan terbitan terjemaan karya sastra.
Baca Juga: Goenawan Mohamad Tak Bergeming Meski Diisukan Masuk Nominasi Penghargaan Nobel untuk Kesusastraan
Sedangakan dalam karya sastra yang dia tulis sendiri. Dia sudah menelurlan beberapa karya kumpulan puisi dan esai.
Dimana pada tahun 2001. Seluruh tulisan puisi yang pernah ditulisnya dalam rentang 1961-2001 tersebut dikumpulkan dan diterbitkan oleh prakasa Ayu utami dan Sitok Srengenge.
Lebih lanjut, berikut adalah profil dari Goenawan Mohamad jurnalis dan penulis sastra Indonesia.
Biodata Goenawan Mohamad
Goenawan Mohamad Lahir di pesisir utara Jawa tepatnya di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Oleh orang tuanya dia diberi nama Goenawan Soesatyo Mohamad.
Lahir pada tanggal 29 Juli 1941, selama berkarir dalam dunia kepenulisan pria yang kini sudah berusia 82 tahun ini akrab disapa Goen ataupun GM.
Dia menikah dengan Widarti Djajaisastra, dari pernikanya tersebut dia dikaruniai dua orang anak yaitu Hidayat Jati dan Paramitha.
Memulai kiprah sebagai penulis sejak tahun 1961 ketika usianya masih belia. Selama karirnya Goenawan Mohamad menekuni beberapa bidang sekaligus yaitu, jurnalis, penyair, pengarang dan kini sebagai perupa.
Pendidikan Goenawan Mohamad.
Goenawan Mohamad kecil menuntaskan sekolah dasarnya di tempat kelahiranya di Batang.
Pada tahun 1953 menyelesaikan sekolahnya di Sekolah Rakjat Negeri Parakan, Batang.
Kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri II Pekalongan pada 1956. Menyusul kemudian SMA Negeri Pekalongan pada 1959.
Sebelum kemudian, pada periode 1960—1964 berkuliah di Psikologi, Universitas Indonesia.
Setelahnya secara berturut-turut sampai pada tahun 1990 melanjutkan kuliahnya di luar negeri.
Lawatan pertamanya, pada tahun 1965/1966 melanjutkan studininya di luar negeri. Ilmu Politik dan ilmu filsafat College of Europe, Belgia.
Pada tahun yang sama 1965 menempuh pendidikan di Universitas Oslo, Norwegia.
Terakhir dia kembali mendalami pengetahuan di luar negeri Universitas Harvard tahun 1989/1990.
Karir Goenawan Mohamad
Mengawali karir jurnalistiknya sebagai seorang wartawan di Harian Kami pada tahun 1966—1970.
Kemudian turut serta menjadi pendiri sekaligus pemimpin redaksi Majalah Ekspres di kurun waktu 1970—1971.
Pada periode yang relatif dekat juga meredakturi Majalah Horison selama tahun 1959—1974.
Kemudian menjadi pemimpin redaksi di Majalah Swasembada selama tahun 1985.
Paling lama, Goenawan Mohamad menjadi pendiri Majalah Tempo dan memimpin Keredaksian sebagai pemimpin redaksi pada tahun 1971—1993 kemudian pada periode 1998—1999.
Selesai di meja redaksi, dia melanjutkan karirnya sebagau Komisaris Utama PT Tempo Inti Media Tbk.
Selain menghabiskan waktu berkarya dibidang jurnalisme, Goenawan Mohamad mendirikan Komunitas Salihara, di Pasar Minggu untuk berkarya dibidang kebudayaan.***



