BEKASI.POJOKSATU.id - Clayface, film horor tubuh berating dewasa dari DC Studios, mendapat sambutan yang jauh lebih hangat dari penonton dibanding kritikus. Di Rotten Tomatoes, film ini mengantongi skor kritikus sekitar 75 persen, sementara skor penonton mencapai 94 persen. Di Metacritic, skornya lebih rendah di angka 59, yang menunjukkan penilaian kritikus sebenarnya cukup terbelah.
Dari sisi penonton, pencapaian paling mencolok adalah nilai A- di CinemaScore, sebuah grade yang jarang diberikan untuk film horor. Sutradara DC Studios, James Gunn, bahkan menyoroti hal ini lewat unggahannya di Threads, menyebut bahwa hanya satu film horor yang pernah meraih nilai A penuh, yaitu Sinners, sementara Obsession, Weapons, dan kini Clayface berada di level A-. Nilai tersebut sama dengan yang diraih Superman, dan setara dengan film The Batman.
Penampilan Tom Rhys Harries sebagai Matt Hagen menjadi poin yang paling konsisten dipuji hampir semua ulasan. Aktor asal Wales ini dinilai mampu menghadirkan sisi emosional dan putus asa karakternya di balik tebalnya tata rias dan efek visual, sekaligus memberi pondasi kuat bagi film. Efek praktikal dan adegan transformasi tubuhnya yang tidak nyaman ditonton juga disebut sebagai kekuatan lain, karena membuat film ini terasa berbeda dari tontonan DC kebanyakan.
Kritik datang dari sisi naskah. Sejumlah ulasan menilai alur balas dendamnya terlalu familiar dan beberapa bagian cerita kurang mendapat ruang untuk berkembang. Ada pula yang menganggap film ini terlalu jinak untuk ukuran film horor, serta kurang menghadirkan sosok Clayface klasik versi komik yang sudah lama dinantikan penggemar. Meski begitu, banyak ulasan sepakat bahwa film ini tetap terasa segar karena berdiri sendiri dan tidak bergantung pada semesta DC lainnya.
Dari sisi finansial, Clayface membuka penayangan di posisi pertama box office Amerika Serikat dengan pendapatan sekitar 24 juta dolar AS, dan sekitar 43 juta dolar AS secara global pada akhir pekan pertama. Angka ini nyaris menyamai bujet produksinya yang dilaporkan sekitar 44 juta dolar AS, jauh lebih hemat dibanding banyak film pahlawan super berskala besar. Capaiannya memang sedikit di bawah proyeksi studio yang berkisar 25 hingga 30 juta dolar AS, tetapi tren hari-hari berikutnya dinilai cukup solid, termasuk lonjakan pada Selasa diskon.
Secara keseluruhan, Clayface bisa dibilang film yang lebih disukai penonton umum ketimbang kritikus. Bagi yang mencari tontonan horor yang menjijikkan sekaligus menyentuh dengan akting kuat di pusatnya, film ini layak dicoba, sementara yang berharap cerita orisinal dan mendalam mungkin akan merasa kurang puas.



