BABELAN, BEKASI.POJOKSATU.id - Masjid At-Taqwa yang berlokasi di Jalan Ujung Harapan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, bukan sekadar tempat ibadah megah bagi masyarakat sekitar. Rumah ibadah ini merupakan saksi bisu dari sejarah panjang perjuangan kemerdekaan Indonesia di tanah patriot.
Masjid ini berdiri kokoh di kawasan berjuluk "Kota Santri", cikal bakal masjid ini digagas langsung oleh salah satu Pahlawan Nasional Indonesia kebanggaan warga Bekasi.
Cikal Bakal dari Tangan Sang "Singa Bekasi"
Sejarah mencatat bahwa berdirinya Masjid Jami' At-Taqwa erat kaitannya dengan sosok KH. Noer Ali. Sepulang menuntut ilmu dari kota suci Makkah sekitar tahun 1940, ulama karismatik yang dijuluki "Singa Karawang-Bekasi" ini mulai merintis dakwah serta pendidikan Islam tradisional di kampung halamannya.
Pada awal mulanya, kegiatan keagamaan dipusatkan di bangunan sederhana berkonstruksi kayu berukuran sekitar 30x30 meter. Keberadaan rumah ibadah ini sangat krusial karena saat itu belum ada tempat ibadah yang memadai di Ujung Malang (nama terdahulu wilayah Ujung Harapan) untuk menyelenggarakan salat Jumat berjamaah. Pembangunan ini juga didukung oleh tokoh lokal seperti H. Maan bin Gering yang mewakafkan tanahnya demi perluasan syiar Islam.
Benteng Strategi Melawan Penjajah
Lebih dari sekadar pusat spiritual dan tempat belajar para santri, kompleks masjid ini bertransformasi menjadi benteng pertahanan selama periode pergolakan tahun 1940 hingga 1950. KH. Noer Ali memanfaatkan lokasi ini sebagai markas rahasia dan titik kumpul laskar-laskar rakyat untuk menyusun taktik perang gerilya melawan pasukan Belanda maupun Jepang. Kombinasi kokoh antara masjid sebagai lumbung praktik ibadah dan pondok pesantren sebagai ladang ilmu menjadi fondasi utama gerakan perlawanan saat itu.
Pada tahun 1954, melalui Komite Pemeliharaan, Pembangunan, dan Pertolongan Islam (P3), tempat ibadah ini diresmikan secara formal dengan nama Masjid At-Taqwa. Kehadirannya sukses menandai era baru peradaban religius sekaligus memperkuat identitas Babelan sebagai episentrum perkembangan Islam di Bekasi.
Pusat Wisata Religi Modern di Bekasi
Kini, bangunan asli dari kayu tersebut telah bersulih rupa menjadi bangunan megah bergaya arsitektur Timur Tengah dengan luas mencapai 5.000 meter persegi. Kubah hijau besarnya yang menjulang tinggi menjadi landmark ikonik yang dapat dilihat langsung dari jalan utama di wilayah Babelan.
Setiap harinya, tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh para jemaah, pencari ilmu di lingkungan Perguruan Attaqwa, hingga peziarah yang ingin mengunjungi kompleks makam pahlawan KH. Noer Ali yang berada di satu kawasan yang sama.




