BEKASI.POJOKSATU.ID - Bekasi selama ini lebih dikenal sebagai kota industri dan kawasan hunian padat di wilayah penyangga Jakarta.
Gedung-gedung tinggi, kawasan perumahan modern, serta pusat ekonomi yang terus tumbuh seolah menjadi identitas utama kota ini.
Namun, di balik wajah urban tersebut, tersimpan sejarah panjang yang membentang sejak lebih dari 1.500 tahun lalu.
Dalam kajian toponimi dan sejarah Jawa Barat, nama Bekasi diduga telah muncul sejak masa Kerajaan Tarumanagara yang berkuasa pada abad ke-5 hingga ke-7 Masehi.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Keluarkan Aturan Keras, Tempat Hiburan Wajib Tutup Demi Kekhusyukan Ramadhan
Kerajaan ini dikenal sebagai salah satu kerajaan tertua di Nusantara dan meninggalkan sejumlah prasasti penting yang menjadi sumber sejarah.
Salah satu bukti kuat keterkaitan Bekasi dengan Tarumanagara adalah Prasasti Tugu.
Prasasti yang ditemukan di wilayah Tugu, Jakarta Utara, itu menceritakan tentang proyek penggalian Sungai Chandrabhaga yang dilakukan oleh Raja Purnawarman.
Dalam teks prasasti disebutkan bahwa sungai tersebut digali dan dialirkan hingga ke laut untuk kepentingan irigasi dan kesejahteraan rakyat.
Para ahli sejarah meyakini bahwa Sungai Chandrabhaga yang dimaksud dalam prasasti tersebut merujuk pada sungai yang kini dikenal sebagai Kali Bekasi.
Sungai ini berhulu dari Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi di wilayah Bogor, lalu mengalir melewati Bekasi sebelum bermuara di Laut Jawa.
Keberadaan aliran sungai ini menjadi fondasi penting dalam menelusuri asal usul nama Bekasi secara historis.
Secara etimologis, nama Bekasi diyakini berasal dari kata Chandrabhaga. Dalam bahasa Sanskerta, “Chandra” berarti bulan.
Dalam bahasa Jawa Kuno, bulan disebut “Sasi”, sedangkan dalam bahasa Sunda dikenal sebagai “Sasih”.
Sementara itu, “Bhaga” berarti bagian. Secara harfiah, Chandrabhaga dapat diartikan sebagai “bagian dari bulan”.
Ahli bahasa Poerbatjaraka menjelaskan bahwa perubahan nama terjadi melalui proses fonetik bertahap. Dari Chandrabhaga, berubah menjadi Bhagasasi, lalu menjadi Bhagasi.
Pada masa kolonial Belanda, nama tersebut ditulis sebagai Bacassie. Seiring waktu dan penyesuaian ejaan, nama itu kemudian menjadi Bekasi seperti yang dikenal saat ini.
Baca Juga: Makna Lilin dan Lampion Imlek, Pesan Pengendalian Diri di Tahun Kuda Api
Perjalanan sejarah Bekasi tidak berhenti pada masa kerajaan kuno. Memasuki era kolonial, wilayah ini menjadi bagian administratif pemerintahan Hindia Belanda.
Berdasarkan Staatsblad 1925 No. 383, Bekasi merupakan salah satu distrik di bawah Regentschap Meester Cornelis. Wilayahnya terbagi dalam beberapa onderdistrik dan kampung administratif.
Saat pendudukan Jepang pada 1942-1945, struktur pemerintahan kembali berubah.
Regentschap Meester Cornelis berganti nama menjadi Jatinegara Ken, sementara Bekasi disebut sebagai Bekasi Gun yang membawahi tiga Son atau setingkat kecamatan.
Baca Juga: Enam Titik Disiagakan, Kemenag Jabar Kerahkan Rukyat dan Hisab Tentukan Awal Ramadan 1447 H
Perubahan administratif ini menandai fase baru dalam dinamika pemerintahan lokal di wilayah tersebut.
Setelah Indonesia merdeka, Bekasi berkembang menjadi sebuah kabupaten.
Seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, Kecamatan Bekasi mengalami peningkatan status menjadi Kota Administratif Bekasi pada 1982.
Wilayah ini membawahi Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Bekasi Utara.
Perkembangan pesat terus berlanjut hingga pada 1996, statusnya resmi ditingkatkan menjadi Kotamadya yang kini dikenal sebagai Kota Bekasi.
Saat ini terdapat dua entitas pemerintahan, yakni Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, yang keduanya menjadi bagian strategis kawasan megapolitan Jabodetabek.
Kini, Bekasi identik dengan kawasan industri, pusat perdagangan, dan perumahan modern. Namun, sejarah panjangnya membuktikan bahwa wilayah ini bukan sekadar kota penyangga Jakarta.
Baca Juga: Seribu Lampion Hiasi Imlek 2577 di Kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi
Bekasi menyimpan jejak peradaban kuno yang telah ada sejak masa Tarumanagara.
Di balik kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, asal usul Bekasi menjadi pengingat bahwa setiap kota memiliki akar sejarah yang kuat.
Dari Chandrabhaga di masa Raja Purnawarman hingga menjadi kota modern yang dinamis, perjalanan Bekasi adalah cerminan transformasi panjang yang layak dikenang dan dipahami generasi sekarang.




