BEKASI.POJOKSATU.id - Trio komika GJLS, Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir, kembali ke layar lebar lewat film GJLS: Berapi-Api. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 5 November 2026, dengan durasi sekitar 1 jam 50 menit dan klasifikasi usia remaja. Film ini menjadi karya layar lebar kedua mereka setelah GJLS: Ibuku Ibu-Ibu pada 2025. Nama GJLS sendiri merupakan singkatan dari "Gak Jelas", dan ketiganya tumbuh lewat panggung stand-up comedy Indonesia.

Ceritanya mengikuti tiga sahabat sejak kecil yang punya obsesi sama, yaitu menjadi petugas pemadam kebakaran yang heroik di mata masyarakat. Mereka mengikuti pelatihan bersama regu legendaris bernama Algojo Api, tetapi gagal.

Alih-alih bergabung di tim utama yang memadamkan api, ketiganya justru hanya mendapat tugas harian yang terasa sepele. Karena ingin segera diakui, mereka nekat mengambil jalan pintas, yang justru menyeret mereka ke misi berbahaya menyelamatkan anak-anak dari cengkeraman sindikat kriminal.

Film ini tidak hanya mengandalkan komedi. Perpaduan aksi penyelamatan, drama persahabatan, dan isu perdagangan anak menjadi lapisan lain dalam ceritanya. Sutradara Monty Tiwa mengaku tantangan terbesarnya adalah mempertahankan ciri khas humor GJLS tanpa mengulang formula film sebelumnya. Film ini diproduksi Amadeus Sinemagna bersama Emtek Media Legacy Pictures dan Virtuelines Entertainment.

Dalam konferensi pers dan gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta, pada 29 Oktober lalu, para pemain menyoroti sisi persahabatan di balik komedinya. Rigen menyebut karakternya mewakili siapa pun yang punya mimpi berapi-api tetapi jalannya tidak selalu mulus, dan perjuangan itu mirip dengan perjalanan mereka bertiga di dunia hiburan.

Rispo menonjolkan sisi lembut karakternya lewat kepeduliannya pada anak-anak panti, sedangkan Hifdzi membawa pesan bahwa mantan korban perundungan pun bisa tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan suka menolong. Rigen juga mengaku terharu ketika harus beradu akting emosional dengan sahabatnya di film ini.

Dari sisi musik, lagu tema film ini berjudul "Api dan Mimpi", dibawakan grup rock Barasuara. Untuk menarik perhatian publik, peluncuran film ini juga dimeriahkan mobil pemadam kebakaran asli dan instalasi Bus Wahana Damkar GJLS. Dengan formula komedi, aksi, dan pesan kemanusiaan, film ini diharapkan bisa menjadi tontonan keluarga di awal November.