BEKASI.POJOKSATU.ID - Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam yang diperingati umat Muslim setiap tahunnya.
Peristiwa ini menjadi tonggak utama diturunkannya perintah salat lima waktu kepada Nabi Muhammad SAW.
Sekaligus menjadi momentum refleksi spiritual bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Superflu Mengintai Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Tetap Tenang
Dikutip dari Baznas, Isra Miraj adalah perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Yerusalem, kemudian dilanjutkan hingga Sidratul Muntaha.
Dalam peristiwa inilah, Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat sebanyak 50 kali dalam sehari semalam.
Yang kemudian diringankan menjadi lima waktu setelah Nabi memohon keringanan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Gempa Bekasi Terasa hingga Jakarta, BMKG Ungkap Potret Seismik Jabar 2025
Selain menegaskan kewajiban salat, Isra Miraj juga menjadi pengingat pentingnya mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai amalan.
Dalam sejumlah riwayat, Nabi Muhammad SAW memanjatkan doa kepada Allah SWT agar umatnya diberi keselamatan hidup, rezeki yang halal, serta keteguhan iman dalam menjalani kehidupan.
Menjelang atau saat peringatan Isra Miraj, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Isra Miraj 2026 Libur Nasional, Jumat Berkah di Awal Tahun
Bulan Rajab, yang kerap dikaitkan dengan Isra Miraj, dikenal sebagai bulan pengampunan.
Membaca sayyidul istighfar pada pagi dan sore hari diyakini dapat membuka pintu ampunan Allah SWT atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
Selain istighfar, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak doa, termasuk doa agar diberi keberkahan di bulan Rajab dan Syaban serta dipertemukan dengan bulan Ramadan.
Doa-doa tersebut menjadi bentuk harapan agar ibadah di bulan-bulan mulia dapat dijalani dengan maksimal.
Zikir juga menjadi salah satu amalan yang dianjurkan.
Baca Juga: Superflu Merebak, Jawa Barat Masuk Zona Merah Temuan Kasus
Salah satu bacaan zikir yang dikenal luas adalah kalimat “La haula wa la quwwata illa billahil aliyyil azhim”, yang mengandung makna bahwa segala daya dan upaya hanya terjadi atas izin dan pertolongan Allah SWT.
Amalan lain yang dapat dilakukan adalah salat sunah pada malam Isra Miraj.
Salat ini dapat dikerjakan setelah Magrib dan Isya, dengan jumlah 12 rakaat yang dilakukan dua rakaat sekali salam.
Baca Juga: Kontainer Mulai Terpasang, Wisata Air Kalimalang Bekasi Masuk Fase Awal Pembangunan
Setelah salat, umat dianjurkan memperbanyak tasbih, istighfar, dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, sebagian ulama juga menganjurkan puasa sunah di bulan Rajab, termasuk menjelang peringatan Isra Miraj.
Puasa ini menjadi salah satu bentuk latihan spiritual untuk menahan diri serta meningkatkan kesadaran akan nilai kesabaran dan keikhlasan.
Baca Juga: MBZ Dibanjiri Arus Balik, Pertanda Mesin Ekonomi Mulai Kembali Panas
Berbagai amalan tersebut tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga sarana memperdalam makna Isra Miraj dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memperbanyak ibadah dan refleksi diri, peringatan Isra Miraj diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi umat Islam.
Baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat.***




