BEKASI.POJOKSATU.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 yang mengguncang wilayah Bekasi pada 20 Agustus 2025 menjadi salah satu kejadian seismik signifikan di Jawa Barat sepanjang tahun 2025.

Gempa tersebut tercatat dirasakan cukup luas hingga wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, sehingga memicu kepanikan warga meski tidak menimbulkan kerusakan besar.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di darat dengan lokasi sekitar 19 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Isra Miraj 2026 Libur Nasional, Jumat Berkah di Awal Tahun

Kejadian berlangsung pada pukul 19.54.55 WIB dengan koordinat 6,52 Lintang Selatan dan 107,25 Bujur Timur, serta memiliki kedalaman relatif dangkal, yakni 10 kilometer.

Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, menyebut gempa Bekasi tersebut termasuk dalam kategori gempa dangkal yang berpotensi terasa lebih kuat di permukaan meski magnitudonya tergolong sedang.

“Salah satu kejadian gempa bumi signifikan terjadi pada gempa berkekuatan M 4,7 yang berlokasi di 19 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi pada 20 Agustus 2025,” ujar Teguh Rahayu dalam keterangannya, Sabtu 3 Januari 2026.

Baca Juga: Superflu Merebak, Jawa Barat Masuk Zona Merah Temuan Kasus

Gempa tersebut dirasakan di Bekasi dengan intensitas III hingga IV skala Modified Mercalli Intensity (MMI).

Getaran juga dirasakan di Purwakarta, Cikarang, dan Depok dengan skala III MMI.

Sementara di Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi Timur, gempa terasa pada skala II hingga III MMI.

Baca Juga: Kontainer Mulai Terpasang, Wisata Air Kalimalang Bekasi Masuk Fase Awal Pembangunan

Bahkan, getaran ringan turut dirasakan hingga Tangerang, Pandeglang, Cianjur, Lebak, dan Pelabuhanratu.

BMKG mencatat, sepanjang 2025 terdapat total 1.242 kejadian gempa bumi yang mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 117 kejadian gempa dilaporkan dirasakan masyarakat.

Mayoritas gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer.

“Gempa bumi-gempa bumi tersebut memiliki rentang kedalaman dari 1 kilometer hingga 351 kilometer. Sedangkan untuk magnitudo, gempa bumi terbesar yang tercatat adalah M 5,3 dan magnitudo terkecil M 1,0,” jelas Teguh.

Baca Juga: MBZ Dibanjiri Arus Balik, Pertanda Mesin Ekonomi Mulai Kembali Panas

Secara sebaran, gempa bumi di Jawa Barat paling banyak berpusat di laut selatan Jawa, disusul gempa yang berpusat di darat.

Kondisi ini berkaitan dengan aktivitas zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang memang aktif di selatan Pulau Jawa.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik menghadapi aktivitas gempa.

Baca Juga: Wisata Air Kalimalang Mulai Terlihat, Pemkot Bekasi Siapkan Lampu Hias dan Jalur Pejalan Kaki

Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami retakan akibat gempa serta tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Masyarakat kami imbau tetap tenang dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG,” pungkas Teguh.***