BEKASI.POJOKSATU.ID - Deretan kontainer warna-warni yang terpasang di bawah Tol Becakayu mulai menjadi daya tarik awal proyek Wisata Air Kalimalang di Kota Bekasi.
Pemerintah Kota Bekasi memastikan pemasangan kontainer tersebut bukan sekadar ornamen.
Melainkan bagian dari tahapan pengembangan fasilitas wisata yang akan terus dilanjutkan dengan pembangunan pedestrian, lampu hias, hingga penyelesaian jembatan menuju kawasan Kota Bintang.
Baca Juga: Wisata Air Kalimalang Mulai Terlihat, Pemkot Bekasi Siapkan Lampu Hias dan Jalur Pejalan Kaki
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan, kontainer merupakan salah satu elemen awal yang sengaja ditampilkan agar masyarakat mulai melihat gambaran konsep Wisata Air Kalimalang sebagai ruang publik dan destinasi wisata baru.
Menurutnya, pembangunan kawasan tersebut dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan.
“Kontainer ini bertahap. Tahapan awalnya kan justru sudah dari pembangunan jembatan. Dari jembatan dulu, kemudian sekarang kontainer,” ujar Tri saat di Bekasi, Jumat 2 Januari 2026.
Baca Juga: Kalimalang Disulap Jadi Magnet Wisata, Bekasi Incar Pasar Jakarta dan Kabupaten
Berdasarkan pantauan di lokasi, kontainer berwarna merah, kuning, hijau, dan cokelat tampak berjajar rapi di sekitar ikon jembatan melengkung Kalimalang.
Penataan visual tersebut diharapkan dapat menarik perhatian warga sekaligus memberi identitas awal bagi kawasan wisata yang tengah dikembangkan.
Tri menegaskan, pemasangan kontainer bukanlah tahap akhir proyek.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Sejak Pagi, Bekasi Basah di Awal Januari 2026
Setelah ini, Pemkot Bekasi akan melanjutkan pekerjaan finishing agar kawasan terlihat lebih representatif sebagai destinasi wisata keluarga.
“Nanti ada finishing yang tentu lebih menarik lagi. Setelah itu kami akan buat pedestrian-nya. Kemudian nanti lampu-lampu dan juga jembatan akan kami selesaikan sampai ke Kota Bintang,” katanya.
Pembangunan jalur pedestrian dinilai penting untuk menunjang kenyamanan pengunjung sekaligus mendorong aktivitas warga di sepanjang bantaran Kalimalang.
Dengan dukungan penerangan dan penataan ruang yang baik, kawasan ini diharapkan hidup pada sore hingga malam hari.
Selain aspek estetika, Wisata Air Kalimalang juga diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi lokal.
Baca Juga: Pemprov Jabar Cetak Sejarah, UMSK 2026 Atur 122 Sektor Usaha
Keberadaan kontainer direncanakan dapat dimanfaatkan untuk aktivitas UMKM, ruang kreatif, hingga fasilitas pendukung wisata lainnya.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkot Bekasi menggunakan skema pembiayaan kolaboratif.
Tri menyebut anggaran berasal dari dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR sebesar Rp33 miliar, APBD Kota Bekasi Rp30 miliar, serta dukungan APBD Provinsi Jawa Barat yang direncanakan mencapai Rp60 miliar.
Baca Juga: Belum Habis Libur, Kendaraan Sudah Membeludak di Tol MBZ
“Komposisi anggaran yang ada sudah dimulai dari pihak CSR sebesar Rp33 miliar, kemudian dari Pemerintah Kota Bekasi Rp30 miliar, dan rencananya dari APBD Provinsi Rp60 miliar,” jelas Tri.
Terkait target waktu, Tri menyampaikan tahap awal Wisata Air Kalimalang ditargetkan mulai bisa dioperasikan pada pertengahan 2026.
Ia berharap, kehadiran kawasan wisata ini dapat menjadi ruang publik baru yang murah, meriah, dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Pertengahan tahun 2026 seharusnya sudah bisa selesai untuk tahap awal,” pungkasnya.***




