BEKASI.POJOKSATU.ID - Puasa merupakan ibadah menahan lapar dan haus yang penuh berkah, namun kondisi tubuh selama berpuasa sangat dipengaruhi oleh menu sahur yang dikonsumsi.

Pemilihan makanan dan minuman yang kurang tepat justru dapat membuat tubuh cepat lemas, mudah haus, bahkan mengalami gangguan pencernaan sepanjang hari.

Di tengah kebiasaan masyarakat yang cenderung memilih menu praktis atau favorit saat sahur, sejumlah jenis makanan dan minuman ternyata berpotensi memicu dehidrasi serta menurunkan energi lebih cepat.

Baca Juga: Cibitung Jadi Titik Strategis Hunian Vertikal Buruh, Dekat Kawasan Industri dan Minim Risiko Banjir

Kondisi ini tentu dapat mengganggu aktivitas harian, terutama bagi mereka yang tetap bekerja atau bersekolah selama Ramadan.

1. Minuman Berkafein

Salah satu yang perlu diwaspadai adalah minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda.

Meski kerap dipilih karena dianggap mampu meningkatkan energi dan mengusir kantuk, minuman berkafein memiliki sifat diuretik yang dapat merangsang tubuh untuk lebih sering buang air kecil.

Akibatnya, cairan tubuh lebih cepat berkurang dan risiko dehidrasi meningkat. Tubuh pun menjadi lebih cepat haus dan terasa lemas sebelum waktu berbuka tiba.

2. Makanan Terlalu Tinggi Natrium

Selain itu, makanan yang terlalu asin juga sebaiknya dihindari saat sahur.

Ikan asin, telur asin, makanan instan, hingga camilan kemasan dengan kadar natrium tinggi dapat mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh.

Baca Juga: Dikebut Sebelum Lebaran, 33 Kilometer Jalan Kalimalang Ditambal Demi Pemudik Aman

Konsumsi garam berlebihan membuat tubuh membutuhkan lebih banyak air untuk menyeimbangkan kadar natrium.

Hal inilah yang memicu rasa haus berlebih saat berpuasa.

Membatasi penggunaan garam dan bumbu tinggi natrium menjadi langkah penting agar tubuh tetap terhidrasi lebih lama.

3. Makanan Pedas

Makanan pedas yang menjadi favorit banyak orang Indonesia juga perlu dibatasi saat sahur.

Kandungan cabai yang tinggi dapat merangsang peningkatan asam lambung, menyebabkan perut mulas, hingga diare pada sebagian orang.

Jika terjadi diare, tubuh akan kehilangan cairan dalam jumlah besar sehingga risiko dehidrasi meningkat drastis.

Selain itu, gangguan pencernaan saat puasa tentu akan membuat tubuh terasa tidak nyaman sepanjang hari.

Baca Juga: Tak Hanya KTP DKI, Pemprov Jakarta Buka Mudik Gratis untuk Warga Luar Daerah, Ini Syarat dan Jadwalnya

4. Makanan Terlalu Manis

Menu manis berlebihan pun tidak kalah berisiko. Teh manis, sirup, atau makanan tinggi gula memang terasa nikmat saat sahur.

Namun, lonjakan gula darah yang cepat setelah mengonsumsi gula sederhana akan diikuti penurunan drastis akibat pelepasan insulin berlebihan.

Kondisi ini dapat memicu rasa lemas, mengantuk, dan cepat lapar. Kombinasi minuman manis dan berkafein bahkan dapat memperparah dehidrasi.

Sebagai gantinya, pemilihan menu sahur yang tepat sangat dianjurkan untuk menjaga stamina.

Karbohidrat kompleks seperti nasi beras merah, roti gandum, atau oatmeal menjadi pilihan yang baik karena dicerna lebih lambat dan memberikan energi secara bertahap.

Baca Juga: Polsek Medansatria Intensifkan Patroli Dini Hari, Cegah Tawuran dan Balap Liar Saat Ramadhan

Dengan demikian, rasa kenyang bertahan lebih lama dan kadar gula darah lebih stabil.

Asupan protein juga penting untuk memperpanjang rasa kenyang.

Daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, dan tempe dapat membantu menjaga massa otot serta mendukung energi tubuh selama berpuasa.

Protein membutuhkan waktu cerna lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana, sehingga membantu mengurangi rasa lapar dini.

Sayuran dan buah-buahan yang kaya serat juga berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan hidrasi.

Sayur berkuah seperti sayur bening atau sup tidak hanya memberikan serat, tetapi juga tambahan cairan bagi tubuh.

Buah seperti pir, pisang, alpukat, dan jeruk membantu memenuhi kebutuhan vitamin serta mineral yang dibutuhkan selama puasa.

Baca Juga: Polsek Medansatria Tangkap 4 Pengedar Tembakau Sintetis, Sita Lebih dari 1,3 Kg

Tak kalah penting, mencukupi kebutuhan cairan dengan air putih saat sahur menjadi kunci utama agar tubuh tetap terhidrasi.

Mengurangi konsumsi minuman berkafein dan menggantinya dengan air putih atau infused water dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh lebih lama.

Dengan pemilihan menu sahur yang tepat dan seimbang, puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman, tubuh tetap bugar, serta aktivitas harian tetap optimal hingga waktu berbuka tiba.***