BEKASI.POJOKSATU.id - Pernah merasa lebih nyaman mendengarkan lagu sedih ketika sedang menghadapi masalah? Bahkan, tidak jarang seseorang justru mencari lagu-lagu melankolis saat sedang patah hati, kesepian, atau merindukan seseorang.

Menariknya, kebiasaan tersebut bukan sesuatu yang aneh. Lagu dengan nuansa sedih justru memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi anak muda yang sedang melalui berbagai perubahan dalam kehidupan mereka.

Nama-nama seperti Rex Orange County, Joji, Frank Ocean, hingga Laufey menjadi beberapa musisi yang dikenal lewat karya-karya dengan nuansa emosional. Musik mereka sering mengangkat tema cinta, kehilangan, kerinduan, dan perasaan yang terkadang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Lantas, mengapa banyak orang justru menikmati musik yang membuat mereka teringat pada pengalaman menyedihkan?

Salah satu alasannya berkaitan dengan perasaan dipahami. Ketika seseorang mendengarkan lagu yang liriknya menggambarkan pengalaman serupa dengan apa yang sedang dialami, muncul perasaan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masalah tersebut.

Misalnya, seseorang yang sedang kehilangan orang terdekat mungkin merasa terhubung dengan lagu tentang perpisahan. Meskipun penyanyinya tidak mengenal kehidupan pendengarnya, cerita dalam lagu tersebut bisa terasa sangat personal.

Hal ini membuat musik menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan emosi yang sulit disampaikan secara langsung.

Selain itu, lagu melankolis juga sering berkaitan dengan nostalgia. Melodi atau lirik tertentu bisa membawa seseorang kembali mengingat masa lalu, termasuk orang-orang yang pernah hadir dalam kehidupannya.

Menariknya, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychology of Music pada 2022 membahas bagaimana nostalgia yang muncul melalui musik dapat memberikan manfaat psikologis. Perasaan tersebut dapat membantu memperkuat hubungan sosial, mengingatkan seseorang pada identitas dirinya, serta memberikan kenyamanan ketika menghadapi situasi sulit.

Dengan kata lain, mendengarkan lagu sedih tidak selalu membuat seseorang semakin terpuruk. Dalam kondisi tertentu, musik justru bisa membantu mereka memahami dan menerima perasaan yang sedang dialami.

Fenomena ini juga dapat dilihat dari karya Rex Orange County. Dalam single terbarunya, Hannah Montana, ia mengangkat tema kerinduan terhadap seseorang yang sudah lama tidak lagi dekat dengannya.

Rex menjelaskan bahwa lagu tersebut berbicara tentang perasaan merindukan seseorang, baik pasangan, teman, maupun anggota keluarga. Referensi serial Hannah Montana juga dipilih karena memiliki nilai nostalgia bagi banyak orang.

Lagu tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah karya musik bisa menggabungkan kenangan masa lalu dengan perasaan kehilangan yang masih tersisa hingga sekarang.

Namun, bukan berarti mendengarkan lagu sedih selalu memberikan dampak positif. Penelitian terhadap 1.686 remaja berusia 12 hingga 16 tahun yang diterbitkan dalam jurnal Psychology of Music menemukan bahwa sekitar 17 persen responden justru merasa semakin sedih setelah mendengarkan musik melankolis ketika suasana hati mereka sedang buruk.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengaruh musik terhadap emosi setiap orang bisa berbeda. Bagi sebagian orang, lagu sedih memberikan rasa nyaman. Namun, bagi yang lain, musik tersebut justru dapat memperkuat perasaan negatif.

Pada akhirnya, kedekatan anak muda dengan lagu-lagu melankolis bukan semata-mata karena mereka menyukai kesedihan. Ada kebutuhan untuk memahami perasaan, mengenang pengalaman, dan menemukan sesuatu yang terasa dekat dengan kehidupan mereka.

Terkadang, seseorang tidak membutuhkan nasihat panjang untuk menghadapi masalahnya. Mereka hanya ingin mendengarkan sebuah lagu yang seolah mampu mengatakan apa yang selama ini sulit mereka ungkapkan.