BEKASI.POJOKSATU.ID - Selama ini, banyak orang percaya bahwa waktu tidur ideal adalah 7 hingga 8 jam setiap malam.

Bahkan, ada pula yang menyarankan hingga 9 jam. Namun, para ahli mengungkap bahwa kebutuhan tidur setiap orang sebenarnya tidak bisa disamaratakan.

Psikolog klinis sekaligus Direktur Center for Sleep and Cognition di Boston, Tony Cunningham, menjelaskan bahwa kualitas tidur dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni tekanan tidur dan ritme sirkadian.

“Ada dua hal berbeda yang terjadi di dalam tubuh kita yang menentukan jenis tidur yang kita dapatkan dan kualitas tidur yang kita dapatkan, yaitu tekanan tidur dan ritme sirkadian kita,” ujar Cunningham.

Baca Juga: KPK Dalami Pembelian Aset Rumah Ade Kuswara dalam Kasus Korupsi

1. Memahami Tekanan Tidur dan Ritme Sirkadian

Tekanan tidur adalah dorongan alami tubuh untuk tidur yang meningkat seiring lamanya seseorang terjaga.

Kondisi ini mirip dengan rasa lapar yang semakin kuat jika seseorang tidak makan dalam waktu lama.

Sementara itu, ritme sirkadian merupakan jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun. Agar kualitas tidur optimal, kedua sistem ini harus bekerja secara selaras.

Cunningham menyarankan untuk bangun pada waktu yang sama setiap hari sebagai langkah awal memperbaiki pola tidur.

Menurutnya, hal ini justru lebih penting dibanding memaksakan tidur di jam tertentu saat tubuh belum merasa mengantuk.

Baca Juga: Hati-Hati! Kebiasaan Self Reward dengan Belanja Bisa Jadi Bumerang, Ini 7 Dampak Buruknya

“Untuk meningkatkan kualitas tidur adalah dengan mulai bangun pada waktu yang sama setiap hari, karena hal itu bisa sedikit lebih berpengaruh daripada tidur pada waktu yang sama setiap hari,” jelasnya.

2. Cara Menemukan Waktu Tidur Ideal

Cunningham menegaskan bahwa angka 7-8 jam hanyalah rata-rata. Pada kenyataannya, ada orang yang cukup tidur 5-6 jam, sementara lainnya membutuhkan hingga 10-11 jam untuk berfungsi optimal.

Untuk mengetahui kebutuhan tidur masing-masing, ia menyarankan dua cara sederhana. Pertama, tidur saat benar-benar mengantuk dan pastikan dapat tertidur dalam waktu 20-30 menit.

Jika dalam waktu tersebut belum bisa tidur, kemungkinan tubuh belum memiliki tekanan tidur yang cukup.

Dalam kondisi ini, disarankan melakukan aktivitas ringan seperti meditasi, mandi air hangat, atau meredupkan lampu.

Cara kedua adalah mencoba tidur tanpa menggunakan alarm. Dengan begitu, tubuh akan bangun secara alami dan membantu mengetahui durasi tidur yang benar-benar dibutuhkan.

3. Bahaya Kurang Tidur yang Sering Diabaikan

Meski banyak orang merasa tetap baik-baik saja meski kurang tidur, kondisi tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya benar.

Baca Juga: Jangan Tertipu Label Sehat! Ini Daftar Makanan yang Ternyata Bisa Gagalkan Diet Anda

Dokter spesialis tidur Angela Holliday-Bell menjelaskan bahwa otak dapat “menyesuaikan diri” terhadap kondisi kurang tidur.

“Seiring waktu, otak Anda menyesuaikan ekspektasinya tentang seperti apa ‘normal’ itu, sehingga kabut dan suasana hati yang buruk yang muncul akibat kurang tidur mulai terasa normal,” ungkapnya.

Akibatnya, seseorang mungkin tidak menyadari adanya gangguan kognitif maupun fisik.

Bahkan, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin agar tetap waspada.

Namun, jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, dampaknya bisa serius.

Baca Juga: WFH ASN Bekasi Segera Diterapkan, Pemkab Tunggu Skema Teknis dari Pusat

Peningkatan hormon stres secara terus-menerus dapat memicu peradangan, mengganggu metabolisme glukosa, hingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

4. Pentingnya Menyesuaikan dengan Kondisi Tubuh

Kebutuhan tidur setiap individu dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari genetika, usia, gaya hidup, hingga kondisi kesehatan.

Karena itu, penting untuk tidak memaksakan standar umum tanpa memahami kebutuhan tubuh sendiri.

Dengan mengenali pola tidur yang tepat, seseorang tidak hanya dapat meningkatkan kualitas istirahat, tetapi juga menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Alih-alih terpaku pada angka tertentu, memahami sinyal tubuh menjadi kunci utama untuk mendapatkan tidur yang benar-benar berkualitas.***