BEKASI, POJOKSATU.id - Di tengah pesatnya pertumbuhan kedai kopi modern berkonsep minimalis dan monokrom di Kota Bekasi, sebuah sudut di Jalan KH Agus Salim, Bekasi Timur, Kota Bekasi, menyajikan visual yang berbeda. Memasuki pintu masuk Waroeng Cak Jo terasa menghentikan laju waktu, membawa setiap pengunjung seperti memasuki kembali ke era dulu.

Saat memasuki Waroeng Cak Jo, mata pengunjung akan langsung disuguhkan oleh ragam ornamen antik yang ditata rapih dan estetik. Mulai dari deretan cassette tape, televisi hitam-putih era lampau, hingga piringan hitam (vinyl) dan poster-poster bernuansa lawas yang menghiasi dinding. Perabot kayu berpelitur hangat serta penataan pencahayaan bewarna keemasan semakin memperkuat kesan hunian tempo dulu yang bikin syahdu.

Setiap sudut di Waroeng Cak Jo tampak kaya akan cerita dan kenangan tempo dulu. Tempat ini tidak hanya sekedar menjual pemandangan estetik untuk kebutuhan dokumentasi di media sosial, melainkan menghadirkan kembali memori kolektif masa lalu lewat benda-benda yang otentik. Sentuhan arsitektur khas rumah klasik berpadu dengan barang-barang memorabilia menciptakan ruang imersif yang kian langka di tengah deru urbanisasi Bekasi.

Tidak hanya memiliki keunikan visual yang memanjakan mata dan hati, Waroeng Cak Jo juga menyajikan kuliner yang membangkitkan ingatan nostalgia. Berbeda dari kafe kekinian lainnya yang berfokus ke espresso based, Waroeng Cak Jo justru mengandalkan suguran merakyat seperti ketan susu berbagai topping (Rp11.000-Rp20.000), kue pancong lumer (Rp7.000-Rp12.000), roti bakar, hingga bakmie cak jo khas (Rp18.000-Rp19.000). Pilihan minuman lainnya seperti teh tarik, Ovaltine, hingga kopi susu tubruk dengan harga mulai dari Rp4.000 saja.

"Suasananya beneran beda sama tempat nongkrong pada umumnya yah. Pas masuk tuh ngeliat detail barang-barang antik dan dekorasinya bikin kerasa hangat banget, apalagi susunannya beneran rapih dan estetik berasa kaya lagi balik ke jaman dulu," ujar salah satu pengunjung yang tengah mengabadikan momen bersama rekannya.

Daya tarik visual yang konsisten ini menjadikan Waroeng Cak Jo yang beroperasi setiap hari pukul 15.00-23.00 WIB, sebagai destinasi favorit bagi fotografi, pembuat konten, hingga anak muda yang merindukan sensasi bersantai dalam balutan hangatnya nostalgia.