BEKASI.POJOKSATU.ID - Perjalanan mudik yang panjang sering menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga yang membawa anak kecil.

Selain rasa lelah karena perjalanan jauh, tidak sedikit anak yang mengalami mabuk perjalanan atau motion sickness, kondisi yang memicu rasa mual, pusing, hingga muntah selama perjalanan.

Mabuk perjalanan sebenarnya bisa dialami siapa saja. Namun, anak-anak berusia antara 2 hingga 12 tahun menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami kondisi tersebut.

Hal ini terjadi karena sistem keseimbangan tubuh mereka masih berkembang sehingga lebih sensitif terhadap perubahan gerakan selama perjalanan.

Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Soroti Kemacetan Akibat Antrean Truk Sampah di Narogong, Desak Penanganan Segera

Secara medis, mabuk perjalanan terjadi ketika otak menerima sinyal yang berbeda dari indera penglihatan dan sistem keseimbangan di telinga bagian dalam.

Mata mungkin melihat lingkungan sekitar yang tampak stabil, tetapi telinga bagian dalam merasakan adanya gerakan kendaraan. Ketidaksesuaian sinyal ini membuat otak kebingungan dan memicu gejala seperti mual, pusing, keringat dingin, hingga muntah.

Agar perjalanan mudik tetap nyaman, orang tua dapat melakukan sejumlah langkah sederhana untuk mencegah anak mengalami mabuk perjalanan.

1. Memilih Posisi Duduk yang Tepat

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Serahkan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk 560 Guru Ngaji

Salah satu cara yang cukup efektif adalah memilih posisi duduk yang tepat. Dalam perjalanan menggunakan mobil, anak sebaiknya duduk di bagian depan atau tengah kendaraan.

Posisi tersebut umumnya lebih stabil dibandingkan kursi belakang sehingga dapat mengurangi risiko mual.

Jika bepergian menggunakan pesawat, kursi yang berada di sekitar sayap pesawat juga cenderung lebih stabil karena guncangan tidak terlalu terasa.

2. Arah Pandang Anak

Selain posisi duduk, arah pandangan anak selama perjalanan juga berpengaruh.

Anak disarankan untuk melihat pemandangan jauh ke depan daripada memperhatikan benda-benda yang bergerak cepat di sekitar kendaraan.

Mengikuti pergerakan objek yang melaju dengan cepat, seperti kendaraan lain di jalan, dapat membuat mata bekerja lebih keras dan memicu rasa mual.

3. Membatasi Aktivitas Anak

Orang tua juga sebaiknya membatasi aktivitas membaca buku atau bermain gawai selama perjalanan.

Melihat objek yang dekat dalam kondisi kendaraan yang terus bergerak dapat membuat mata cepat lelah.

Baca Juga: Palang Penutup Jalan Caringin Tak Digubris, Truk Nekat Terobos Meski Jalan Belum Resmi Dibuka

Kombinasi antara kelelahan mata dan guncangan kendaraan sering kali memperparah gejala mabuk perjalanan.

4. Tidak Konsumsi Makanan Terlalu Banyak

Dari sisi konsumsi makanan, anak sebaiknya tidak mengonsumsi makanan berat atau minuman bersoda sebelum melakukan perjalanan jauh.

Jenis makanan tersebut dapat membuat perut terasa tidak nyaman dan meningkatkan risiko mual.

Sebagai alternatif, anak dapat diberikan makanan ringan yang tidak terlalu berlemak serta air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

5. Sedia Obat Perjalanan

Jika anak memiliki riwayat sering mengalami mabuk perjalanan, orang tua dapat mempertimbangkan pemberian obat anti-mual sebelum perjalanan dimulai.

Obat tersebut biasanya dikonsumsi sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum perjalanan.

Meski demikian, orang tua tetap disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan obat kepada anak.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Perkuat Koordinasi Jelang Mudik Lebaran, Tri Adhianto: Jalur Harus Siap

6. Memastikan Sirkulasi Udara Tetap Baik

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah memastikan sirkulasi udara di dalam kendaraan tetap baik.

Udara segar dapat membantu mengurangi rasa mual. Dalam perjalanan darat, orang tua bisa sesekali membuka jendela mobil agar terjadi pertukaran udara.

Aroma terapi dengan wangi yang lembut juga dapat membantu menenangkan anak, tetapi sebaiknya hindari aroma yang terlalu menyengat.

7. Menjaga Kecepatan Kendaraan

Selain itu, menjaga kecepatan kendaraan tetap stabil juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko mabuk perjalanan.

Kendaraan yang melaju terlalu cepat atau sering melakukan pengereman mendadak dapat menyebabkan guncangan yang memicu rasa pusing dan mual.

Apabila anak mulai merasa tidak nyaman selama perjalanan, orang tua dapat mengajak anak berhenti sejenak di tempat peristirahatan.

Baca Juga: Truk Sampah Mengantre Panjang ke TPST Bantargebang, Lalu Lintas di Narogong Tersendat Parah

Beristirahat selama 10 hingga 15 menit sambil menghirup udara segar biasanya dapat membantu tubuh kembali rileks sebelum melanjutkan perjalanan.

Mengalihkan perhatian anak juga bisa menjadi solusi sederhana untuk mengurangi rasa pusing.

Orang tua dapat mengajak anak berbincang, mendengarkan musik favorit, atau bermain permainan ringan yang tidak memerlukan fokus visual terlalu dekat.

Selain itu, memberikan permen atau minuman hangat seperti teh juga sering membantu meredakan rasa mual pada anak selama perjalanan.

Dengan persiapan yang baik serta penerapan berbagai tips sederhana tersebut, perjalanan mudik bersama anak dapat berlangsung lebih nyaman dan menyenangkan tanpa gangguan mabuk perjalanan.***