BEKASI.POJOKSATU.ID - Kemacetan panjang yang terjadi di ruas Jalan Siliwangi Narogong, wilayah Bantargebang, Kota Bekasi, mendapat sorotan dari anggota DPRD Kota Bekasi.

Antrean truk sampah yang menuju TPST Bantargebang diduga menjadi penyebab utama kemacetan yang kerap terjadi di jalur tersebut.

Anggota DPRD Kota Bekasi, Anton, mengaku menerima banyak aduan dari masyarakat terkait kondisi lalu lintas yang kerap tersendat akibat deretan truk sampah yang mengular hingga ke badan jalan.

Menurutnya, persoalan ini harus segera mendapat perhatian serius karena tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Baca Juga: Program Sembako Murah Diserbu Warga, Pemkab Bekasi Usulkan Penambahan Anggaran Operasi Pasar Tahun Depan

“Harus cepat diperbaiki agar lalu lintas tidak macet panjang seperti ini,” kata Anton, Kamis 12 Maret 2026.

Ia menjelaskan, antrean truk sampah yang hendak memasuki TPST Bantargebang kerap meluber hingga ke jalan raya sehingga mempersempit ruang lalu lintas.

Kondisi tersebut membuat kendaraan lain harus bergantian melintas dan memicu kemacetan panjang.

Anton menilai pengelolaan operasional di TPST Bantargebang perlu segera dibenahi agar antrean kendaraan pengangkut sampah tidak mengganggu arus lalu lintas di jalan utama.

Baca Juga: Askot PSSI Bekasi Dorong Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, SSB dan Klub Bersiap Ikuti Liga Jabar Istimewa

Menurutnya, kemacetan yang terjadi bukan hanya dirasakan oleh warga sekitar Bantargebang.

Tetapi juga oleh pengguna jalan dari berbagai wilayah yang menggunakan jalur tersebut sebagai akses utama.

“Kemacetan terjadi dari arah Cileungsi maupun Cipendawa. Kondisi seperti ini tentu menimbulkan kerugian besar,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan deretan truk sampah terparkir memanjang di sisi kiri jalan menuju TPST Bantargebang.

Banyaknya kendaraan besar yang menunggu giliran masuk membuat sebagian badan jalan tidak dapat digunakan oleh kendaraan lain.

Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas menjadi tersendat, terutama pada jam-jam sibuk ketika volume kendaraan meningkat.

Kemacetan bahkan sudah terasa sejak kawasan Flyover Cipendawa di wilayah Rawalumbu.

Sejumlah pengendara mengaku kesulitan melintas di jalur tersebut karena kendaraan harus bergerak sangat pelan akibat ruang jalan yang menyempit.

Baca Juga: Jalan Rusak di Wibawa Mukti II Akhirnya Ditambal, Keluhan Warga Jatiasih Mulai Ditindaklanjuti

Salah satu pengguna jalan, Alvin (22), mengatakan kemacetan di kawasan tersebut sangat mengganggu aktivitas pengendara yang hendak melintas menuju wilayah lain di Bekasi.

“Sangat menyulitkan pengendara, macetnya panjang,” keluh Alvin.

DPRD Kota Bekasi berharap pihak terkait dapat segera mencari solusi agar antrean truk sampah dapat diatur dengan lebih baik sehingga tidak lagi meluber ke badan jalan.

Dengan penanganan yang tepat, diharapkan arus lalu lintas di kawasan Narogong kembali lancar dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu oleh kemacetan berkepanjangan.***