BEKASI.POJOKSATU.id — Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menghadirkan layanan Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) sebagai salah satu pilihan penanganan bagi pasien dengan penyempitan katup aorta atau stenosis aorta.
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr. Doni Firman, Sp.JP(K), mengatakan TAVI merupakan prosedur minimal invasif untuk mengganti katup aorta yang bermasalah melalui kateter.
“Tidak semua pasien dengan masalah katup aorta otomatis harus menjalani TAVI. Ada berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan, mulai dari kondisi pasien, tingkat keparahan penyakit, hingga karakteristik katup dan pembuluh darah,” kata Doni di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Ia menjelaskan katup aorta berfungsi mengatur aliran darah dari jantung menuju seluruh tubuh. Ketika terjadi penyempitan, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan sejumlah gejala, antara lain mudah lelah, sesak napas terutama saat beraktivitas, nyeri dada, pusing, serta penurunan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga : Serap Aspirasi di Cikarang, Komisi VII DPR RI Matangkan RUU Kawasan Industri dan Ekosistem Kendaraan Listrik
Menurut Doni, gejala stenosis aorta terkadang dianggap sebagai keluhan biasa akibat faktor usia atau kondisi tubuh yang sedang tidak fit.
Namun, keluhan yang muncul berulang atau semakin berat perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi katup jantung adalah ekokardiografi.
Pemeriksaan tersebut memungkinkan dokter menilai struktur dan fungsi jantung serta kondisi katup. Hasil pemeriksaan selanjutnya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penanganan yang sesuai.
Baca Juga : Dokter Ingatkan Dampak Stres Emosional terhadap Risiko Serangan Jantung
Pada prosedur TAVI, katup jantung baru dipasang melalui kateter yang diarahkan menuju katup aorta yang mengalami penyempitan.
Prosedur tersebut merupakan salah satu perkembangan teknologi kardiologi intervensi yang dapat menjadi alternatif bagi pasien tertentu tanpa harus menjalani operasi jantung terbuka.
Meski demikian, Doni menegaskan TAVI tidak diperuntukkan secara otomatis bagi seluruh pasien dengan stenosis aorta.
Pemilihan tindakan tetap membutuhkan evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi pasien, tingkat keparahan penyakit, serta karakteristik katup dan pembuluh darah.
Oleh karena itu, masyarakat yang mengalami gejala seperti sesak napas, mudah lelah, nyeri dada, pusing, atau penurunan kemampuan beraktivitas disarankan berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kondisi jantung sekaligus menentukan pilihan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Dengan adanya TAVI, pasien dengan stenosis aorta tertentu memiliki pilihan terapi lain yang dapat dipertimbangkan berdasarkan hasil evaluasi medis.***




