POJOKSATU.id - Kabupaten Bekasi mempunyai banyak situ yang dapat menarik perhatian orang, salah satunya Situ Burangkeng.
Situ Burangkeng berada di Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Situ Burangkeng adalah sebuah danau seluas 6,2 hektare yang berfungsi sebagai penampung air bagi sawah-sawah yang ada di sekitarnya.
Situ Burangkeng mulai dibangun sekitar tahun 1990-an dan berada di bawah pengelolaan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BWSCC).
Baca Juga: Kertarahayu Perlu Status Desa Wisata untuk Pengembangan
Tempat ini menawarkan pemandangan danau dengan air yang tenang sehingga cocok untuk bersantai dan menikmati suasana alam yang damai.
Salah satu waktu yang tepat untuk berkunjung ke Situ Burangkeng adalah pada pagi hari atau sore hari.
Pada akhir pekan, terutama saat sore hari, situ ini akan ramai dengan pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan danau serta berbagai aktivitas di sekitarnya.
Kita bisa melihat orang-orang menjala ikan, sementara ada tawa-canda anak-anak yang bermain layangan, dan orang yang sekadar duduk-duduk menikmati angin berembus.
Baca Juga: Dinpar Bahas Status Desa Wisata untuk Kertarahayu
Di sekitar danau terdapat pedagang yang menyajikan berbagai makanan lezat seperti siomay, batagor, kopi, roti bakar, pempek, dan masih banyak lagi.
Di sebelah timur danau, terdapat juga saung-saung yang menyajikan makanan ringan, gorengan, dan minuman yang akan membuat perut Anda kenyang tanpa harus menguras kantong.
Di saung itu biasanya memiliki fasilitas toilet umum dan juga koneksi wifi gratis. Pada hari biasa, saung itu jadi tempat berkumpul remaja.
Dengan membawa Rp50.000 rupiah saja sudah cukup untuk berwisata ke Situ Burangkeng. Harga makanan di tempat ini terjangkau dan tidak berbeda dibanding di tempat lain.
Jika datang berdua dengan pasangan dan membeli segelas kopi dan segelas es teh, maka biaya yang dikeluarkan pastilah kurang dari Rp10.000.
Dengan biaya yang terjangkau, kita bisa menikmati waktu berkualitas bersama keluarga, teman, atau orang tersayang tanpa perlu khawatir merogoh kocek terlalu dalam.***




