BEKASI.POJOKSATU.id - Sejumlah wali murid SDN Burangkeng 05 mendatangi sekolah beramai-ramai untuk menyampaikan keluh-kesahnya, Kamis, 12 Oktober 2023, pagi.
Salah satu hal yang mereka sebutkan saat mendapat kesempatan bicara adalah jam istirahat, vaksinasi tanpa pemberitahuan, dan sejumlah hal lain.
Pelaksana Tugas Kepala SDN Burangkeng 05 Neti Herawati saat dikonfirmasi usai aksi tersebut memberi penjelasan.
Baca Juga: Wali Murid SDN Burangkeng 05 Datangi Sekolah Keluarkan Unek-Unek
"Waktu tahun ajaran lalu, saya datang Maret. Tahun ajaran berakhir, masih pakai kurikulum lama, kelas 1 tidak ada istirahat. Waktu itu masih ada kelas 1 saja. Masuk 07.30 dan pulang 09.30," tutur dia.
"Dikurangi istirahat 30 menit, jadinya mereka hanya belajar 1 setengah jam. Tidak kebayang bagi saya belajar 1 setengah jam, istirahat 30 menit, susah memanggil mereka (masuk ke ruang kelas, Ed)," sambung Neti.
Kemudian dia membuat rapat bersama wali murid karena tahu hal itu bakal menjadi persoalan. Neti pun membuat kebijakan agar para guru membuat ice breaking serta meminta murid membawa bekal dari rumah.
Baca Juga: Uang Kompensasi Bau TPA Burangkeng dari Pemkab Bekasi Sudah Cair
Saat beralih ke tahun ajaran baru dengan Kurikulum Merdeka, kata dia, jam belajar suatu mata pelajaran sudah diatur sehingga punya jam istirahat.
Dia mengatakan ingin menerapkan jam istirahat sejak kurikulum baru akan tetapi terkendala keterbatasan mebelair sehingga terpaksa membuat 2 sif.
Mebelair yang ada di sekolah itu hanya cukup untuk 3 kelas 1. Sementara kelas 2 masuk pada sif siang. Dia mengatakan sudah masuk grup kepala sekolah bakal penerima mebelair dari dinas terkait sehingga kemungkinan tidak lama lagi akan turun.
"Saya masukkan sif sambil menunggu mebeleair turun. Kalau sudah turun, lima kelas itu akan terpenuhi. Kalau semua sudah masuk pagi, istirahat mangga. Kata-kata ini saya lontarkan dalam rapat awal tahun. Ternyata itu jadi persoalan," kata dia yang juga sebagai kepala SDN Tamanrahayu 04.
Baca Juga: Musim Kemarau, Air di Situ Burangkeng Mengering
Sementara soal vaksin, dia mengatakan jadwalnya sudah diberikan per kecamatan. Saat konsultasi kepada bidan dan juga Puskesmas, dia mengaku dilematis karena apabila diberi tahu maka kemungkinan murid tidak datang.
Vaksinasi yang dimaksud adalah vaksinasi MMR atau vaksin campak. Setelah berdiskusi dengan bidan, akhirnya disepakati tidak memberi tahu wali murid oleh bidan.
"Di hari H misalkan ada yang sakit nanti saya yang nentuin sakit atau enggak, atau yang ada tidak mau bilang sama saya," ucap Neti menirukan ucapan bidan.
Pada hari pelaksanaan vaksinasi, dia menjelaskan kepada wali murid apabila tidak ingin divaksin karena suatu hal maka dapat langsung bilang kepada bidan.
"Saya tidak memaksan, bicara saja sama bidan, saya cuma dapat insturksi karena ini kerja sama antar instansi. Dari semua yang saya jelaskan, saya dinyatakan salah," ucap dia.
Soal surat yang dilayangkan Komite kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi pada 24 Juli 2023, Neti tidak berkomentar banyak.
Dia mengatakan hanya PNS yang ditugaskan untuk mengurus SDN Burangkeng 05 yang saat itu masih ada 1 angkatan saja.
"Tidak semua niat baik kita diterima orang lain. Saya di bawah membuat ancaman yang membuat leluasa karena lama kosong di sini. Layangkan surat itu hak dia, jangankan plt, definitif saja kalau saya digeser saya menunggu kebijakan Disdik. Dia tahu banget kinerja saya," demikian kata Neti.***




