BEKASI.POJOKSATU.id - Hingga pertengahan Oktober 2023, sebanyak 47 desa dari 10 kecamatan di Kabupaten Bekasi masih mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Menanggapi situasi ini, Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengajak para pelaku usaha untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Dani mengungkapkan bahwa meskipun status kekeringan sudah memasuki fase darurat transisi, belum ada tanda-tanda hujan akan turun dalam waktu dekat.

Baca Juga: Ada Aksi Teror, UEFA Resmi Tangguhkan Pertandingan Belgia vs Swedia Tadi Malam

"Kita mengajak pelaku usaha, terutama di luar kawasan industri, untuk berpartisipasi memberikan bantuan. Pemerintah sebelumnya telah melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perusahaan-perusahaan di kawasan industri sebagai Liaison Officer (LO) dalam upaya ini," kata dia.

Bantuan yang dibutuhkan mencakup air bersih, serta wadah seperti toren dan tandon terpal, dan pompa air untuk keperluan pertanian.

Dani menekankan bahwa partisipasi disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pelaku usaha, dan pendistribusian akan diatur oleh BPBD Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Penutupan Arc Shibuya, Itadori Yuji Hampir Menyerah Karena Membunuh Banyak Orang Akibat Amukan Ryomen Sukuna

"Pertemuan ini diadakan untuk mengintegrasikan upaya bantuan agar tidak ada desa yang terlewatkan atau mendapatkan bantuan berlebihan," demikian kata dia.***