BEKASI.POJOKSATU.id – Seorang pemuda asal Kabupaten Bekasi, Febby Febriadi (27 tahun), menceritakan pengalaman pahitnya sewaktu terjebak di Kamboja.
Febby saat itu salah satu dari sekian banyak warga Indonesia yang bekerja di Kamboja karena tergiur pendapatan yang tinggi. Saat itu dia mendapat tawaran sebagai videografer di sebuah hotel.
Setiba di negara itu, dia justru mendapati kenyataan bahwa pekerjaannya adalah admin judi online.
Baca Juga: Tak Ada Kompensasi Bagi Pemilik Bangunan Liar di Pinggir Kali
Febby mengungkapkan perusahaan tempatnya bekerja mempekerjakan sekitar 2.000 orang, mayoritas berasal dari Indonesia. Para karyawan diberi target tinggi setiap hari, yakni 100 transaksi deposit dan menarik 10 pengguna baru. Jika gagal memenuhi target, mereka akan mendapat tekanan dan hukuman psikologis.
“Kalau target gak tercapai, mental kita ditekan. Dihina, dimaki, kata-kata kasar hewan semua dilempar ke kita,” kata dia.
Febby termasuk yang beruntung karena dapat kembali pulang ke Indonesia dengan kondisi selamat. Tapi, dia harus menguras kocek hingga 23 juta agar dapat pulang.***




