BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) resmi memperkenalkan super app terbaru bernama Bekasikab, sebagai pengganti aplikasi layanan masyarakat sebelumnya, Bebunge.

Aplikasi ini dirancang untuk menyatukan berbagai layanan publik dalam satu platform digital yang lebih ramah pengguna dan modern.

Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, menyampaikan bahwa Bekasikab bukan sekadar perubahan nama, melainkan transformasi menyeluruh menuju digitalisasi layanan birokrasi yang lebih efisien dan terintegrasi.

Baca Juga: Pemprov Jabar Siapkan Sistem Digital Rekrutmen Tenaga Kerja, Antisipasi Kericuhan Job Fair Cikarang

“Bekasikab hadir sebagai pintu gerbang digital warga untuk mengakses berbagai layanan seperti administrasi kependudukan, pendidikan, kesehatan, pengaduan publik, hingga pembuatan kartu kuning,” jelas Yan Yan, Kamis, 28 Mei 2025.

Melalui antarmuka yang lebih user-friendly, masyarakat hanya perlu mengunduh aplikasi ini di Play Store atau App Store untuk mengakses semua fitur tanpa perlu berpindah ke aplikasi lain.

Kepala Bidang TIK Diskominfosantik, Bahrul Ulum, menambahkan bahwa nama baru ini dipilih agar lebih inklusif dan mudah dikenali masyarakat luas.

“Dengan satu aplikasi utama, kita hindari kerumitan banyaknya nama aplikasi dari tiap layanan. Ini akan menjadi tren ke depan: satu sistem, satu platform, satu nama,” ujar Bahrul.

Menariknya, Bekasikab juga akan menghadirkan fitur Wisata Industri, yang menjadi inovasi strategis untuk memperkenalkan sektor industri dan pariwisata Kabupaten Bekasi ke khalayak luas.

Baca Juga: Job Fair 2025 Kabupaten Bekasi Serap Antusiasme 25.000 Pencari Kerja, Pemkab Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Melalui fitur ini, masyarakat, sekolah, dan komunitas dapat mendaftar mengikuti tur edukatif ke kawasan industri, dinas, pusat kuliner, hingga hotel-hotel lokal. Selain memperkuat promosi daerah, inisiatif ini juga mendorong generasi muda mengenal dunia manufaktur dan teknologi sejak dini.

Dengan langkah ini, Kabupaten Bekasi semakin memantapkan langkah menuju Smart City, yang tak hanya berbasis teknologi mutakhir, tapi juga inklusif dan berpihak pada pelayanan publik yang berkualitas.***