BEKASI.POJOKSATU.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penataan kawasan permukiman dan pengendalian banjir di Kabupaten Bekasi harus menjadi prioritas sebagai wujud cinta terhadap wilayah tersebut. Menurutnya, wajah Kabupaten Bekasi tidak boleh terus-menerus identik dengan kekumuhan dan genangan air.
“Kalau saya mencintai Kabupaten Bekasi, maka saya tidak bisa membiarkannya kumuh dan banjir. Kalau ada bangunan liar, harus dibongkar. Kalau ada banjir, penyebabnya harus diselesaikan. Pasar juga harus bersih,” tegas Dedi dalam kunjungan kerjanya pada Sabtu, 21 Juni 2025.
Dedi menyebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi kini tengah mengupayakan penataan menyeluruh di berbagai sektor, termasuk permukiman warga, pasar tradisional, sungai, dan kawasan yang dipenuhi bangunan liar.
Dalam prosesnya, Dedi Mulyadi juga menegaskan dukungannya terhadap kebijakan tegas Bupati Bekasi yang sedang melakukan pembongkaran sejumlah bangunan ilegal di area publik.
“Kalau bupatinya dibilang raja bongkar, tidak masalah. Karena yang dibongkar itu demi kebaikan. Justru kami di Pemprov sedang menyiapkan program rumah gratis untuk warga terdampak penertiban,” ujar mantan Bupati Purwakarta itu.
Dedi juga menekankan bahwa pemulihan kawasan tidak bisa instan, melainkan perlu proses bertahap dengan tetap memperhatikan nasib masyarakat kecil.
Baca Juga: Pembukaan Titik Putar Balik di Jalan Urip Sumoharjo Malah Bikin Macet
“Kalau ada warga yang belum punya rumah dan harus digusur, kita pikirkan solusinya. Semua akan kita selesaikan dengan bertahap. Karena cinta sejati itu butuh proses,” kata dia.***




