BEKASI.POJOKSATU.id – Ratusan siswa SMAN 1 Babelan menggelar aksi protes terhadap pihak sekolah atas dugaan praktik pungutan liar (pungli) untuk berbagai kebutuhan sekolah. Pungutan tersebut meliputi iuran kegiatan sekolah, perbaikan masjid, biaya pendaftaran SNBP, hingga renovasi kelas.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala SMAN 1 Babelan, Woro Sawitri, secara terbuka mengakui bahwa pihaknya memang melakukan pungutan kepada siswa.

“Kami memiliki guru honorer dan banyak kegiatan yang tidak tercover oleh anggaran seperti dana BOS. Kasihan para guru yang tetap harus bekerja,” kata Woro pada Selasa, 2 Desember 2025.

Baca Juga: Protes Pungli, Ratusan Siswa SMAN 1 Babelan Gelar Demo

Ia menjelaskan bahwa pungutan tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan komite.

“Karena itu ada kesepakatan sumbangan untuk membantu kegiatan tersebut,” ujarnya.

Woro menegaskan bahwa pihak sekolah siap membuka ruang dialog dengan siswa maupun orang tua untuk menjelaskan penggunaan dana serta memastikan transparansi anggaran.

Baca Juga: Rombongan Jakmania Cikarang Diserang OTK di KM 39 Usai Laga Persija vs PSIM

“Kami siap jika memang harus membuka dialog dengan seluruh siswa dan orang tua. Ini perlu dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga kepercayaan antara sekolah, siswa, dan orang tua,” tegasnya.***