BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat menangani tumpukan sampah di Crossing KM 19 Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Jumat, 9 Januari 2026.

Sebanyak 10 armada pengangkut disiagakan untuk membersihkan dan membawa sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi, sesuai instruksi langsung Gubernur Jawa Barat.

Langkah tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, usai mendampingi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung kondisi tumpukan sampah di lokasi pada Kamis, 8 Januari 2026.

Baca Juga: Tanpa Listrik dan Operasional, Pemerintahan Desa Sumberjaya Bertahan dalam Krisis

“Kami telah menyiapkan 10 armada untuk mengangkut sekitar 157 ton sampah yang berada di pinggir jalan tol. Proses pengangkutan juga akan dibantu oleh empat armada dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penanganan ini dilakukan sesuai arahan Gubernur agar segera diselesaikan dan tidak menimbulkan dampak lanjutan,” ujar Endin.

Ia menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu strategis yang tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bekasi, tetapi juga berkaitan erat dengan wilayah sekitarnya, termasuk Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kabupaten Bekasi berada di wilayah hilir, sehingga dampak persampahan sangat terasa. Karena itu, persoalan ini harus dipandang sebagai masalah bersama antara Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Provinsi Jawa Barat,” tegasnya.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pengeroyokan Oknum DPRD Bekasi Guncang Kepercayaan Publik

Endin juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan persampahan secara berkelanjutan.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dunia usaha, hingga masyarakat sangat dibutuhkan agar permasalahan serupa tidak kembali terulang.

“Sinergitas dan kerja sama harus terus diperkuat. Harapannya, ke depan tidak ada lagi tumpukan sampah di Crossing KM 19 Tol Jakarta-Cikampek, dan persoalan persampahan di Kabupaten Bekasi dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkasnya.