BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai mematangkan persiapan Pilkades serentak Kabupaten Bekasi tahun 2026 dengan mengadopsi sistem digital. Inovasi ini dilakukan untuk mendorong penyelenggaraan demokrasi di tingkat desa yang lebih transparan, akuntabel, serta efisien.

Rencana penerapan digitalisasi tersebut menjadi fokus utama dalam kegiatan Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak, Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pembahasan Koperasi Merah Putih yang digelar di Gedung Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Kamis, 22 Januari 2026.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Kabupaten Bekasi, Hudaya, yang mewakili Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.

Baca Juga: Hujan Deras Jadi Faktor Kecelakaan Maut Pejabat Bekasi di Tol Cipularang

Acara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para camat, serta 179 perwakilan BPD dan kepala desa se-Kabupaten Bekasi, baik secara langsung maupun daring.

Selain itu, sosialisasi menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Hudaya menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan guna menyukseskan Pilkades serentak di 154 desa yang masa jabatan kepala desanya akan berakhir pada September 2026.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut Pejabat Bekasi di Tol Cipularang

“Kondisi ini menuntut kesiapan kita bersama dalam menjaga kesinambungan pemerintahan desa yang demokratis, partisipatif, dan berintegritas. Sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar setiap tahapan Pilkades berjalan aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Hudaya.***