BEKASI.POJOKSATU.ID - Keberadaan danau di kawasan permukiman kembali menjadi sorotan setelah seorang ibu rumah tangga berinisial ST (33) ditemukan meninggal dunia di danau Perumahan Griya Asri 2, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis 29 Januari 2026 sore.

Peristiwa ini menegaskan potensi bahaya danau yang berada sangat dekat dengan rumah warga dan minim pengamanan.

Danau tersebut terletak persis di depan rumah korban dan selama ini menjadi bagian dari kawasan perumahan.

Baca Juga: Banjir Bekasi Meluas, Baznas Turun di 50 Titik Salurkan Ratusan Juta Bantuan

Namun, kondisi tanpa pagar pengaman dan minim rambu peringatan membuat area tersebut berpotensi menjadi titik rawan kecelakaan, terutama saat hujan atau kondisi air meluap.

Berdasarkan keterangan saksi, dua remaja sempat melihat seorang perempuan mengenakan jilbab merah berada di tengah danau saat hujan turun.

Informasi itu kemudian memicu pencarian oleh pihak keluarga dan warga sekitar setelah korban dilaporkan menghilang sejak pukul 07.00 WIB.

Baca Juga: Gotong Royong Tanpa Henti, Relawan dan Warga Temukan IRT Hilang di Danau

Pencarian terus dilakukan hingga akhirnya jasad korban ditemukan pada sore hari oleh tim gabungan.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan lokasi penemuan korban tidak jauh dari titik awal.

“Korban telah ditemukan sore ini pada kedalaman dua meter dan jarak sekitar empat meter dari lokasi kejadian,” ujar Desiana melalui keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Banjir Bekasi Masih Menggenang, Ini Desa-desa yang Paling Terdampak

Kedalaman danau yang mencapai dua meter tersebut menunjukkan bahwa danau di kawasan permukiman tidak selalu aman, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitarnya.

Kondisi permukaan yang licin saat hujan dan minimnya pengawasan membuat risiko kecelakaan semakin tinggi.

Dalam proses pencarian, berbagai unsur terlibat, mulai dari Unit Siaga SAR Bekasi, Polsek Tambun Selatan, Babinsa Sumber Jaya, BPBD Kabupaten Bekasi, hingga organisasi relawan dan masyarakat setempat.

Tim SAR melakukan pencarian dengan metode penyelaman dan penyisiran permukaan menggunakan perahu karet.

“Sementara tim kedua melakukan penyisiran permukaan menggunakan perahu karet dengan teknik jangkar,” tambah Desiana.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Akui Proyek Tanggul Tersendat, Pembebasan Lahan Jadi Masalah

Tragedi ini memunculkan kembali kekhawatiran warga terkait keselamatan danau di lingkungan perumahan.

Sejumlah warga menilai perlu adanya evaluasi serius terhadap fungsi dan pengamanan danau, termasuk pemasangan pagar pembatas, rambu peringatan, serta penerangan yang memadai.

Kasus di Tambun Selatan menjadi pengingat bahwa danau di kawasan permukiman tidak hanya berfungsi sebagai penampungan air, tetapi juga menyimpan potensi bahaya jika tidak dikelola dengan baik.

Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan audit keselamatan lingkungan perumahan guna mencegah kejadian serupa terulang dan memastikan rasa aman bagi warga.***