BEKASI.POJOKSATU.ID - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Bekasi dalam beberapa pekan terakhir berdampak pada kerusakan sejumlah titik di ruas Jalan Inspeksi Kalimalang.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua yang rentan mengalami kecelakaan akibat jalan berlubang dan permukaan aspal yang terkelupas.

Menyikapi kondisi tersebut, Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat.

Baca Juga: Abi Hurairah Purna Tugas, Teladan Kepemimpinan Humanis Damkar Bekasi Dikenang

Perbaikan dilakukan dengan metode tambal sulam pada lubang-lubang jalan yang dinilai membahayakan arus lalu lintas.

Kepala SDABMBK Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, mengatakan bahwa langkah cepat ini dilakukan sebagai upaya awal untuk menekan risiko kecelakaan di tengah cuaca yang masih belum menentu.

Ia secara khusus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut.

Baca Juga: Banjir Bekasi Meluas, Baznas Turun di 50 Titik Salurkan Ratusan Juta Bantuan

“Tim URC sudah turun ke lapangan untuk melakukan penanganan cepat dengan menutup lubang-lubang jalan akibat curah hujan tinggi,” ujar Henri, Kamis 29 Januari 2026.

Menurutnya, Jalan Inspeksi Kalimalang memiliki volume kendaraan yang cukup padat setiap hari, sehingga kerusakan kecil sekalipun berpotensi menimbulkan kecelakaan apabila tidak segera ditangani.

Ia menambahkan, curah hujan yang tinggi membuat lapisan aspal lebih cepat terkelupas, terutama di jalur yang sering dilalui kendaraan berat.

Baca Juga: Gotong Royong Tanpa Henti, Relawan dan Warga Temukan IRT Hilang di Danau

Henri menjelaskan, fokus perbaikan sementara dilakukan di ruas jalan dari wilayah Tambun Selatan hingga Tegal Danas, yang dinilai memiliki tingkat kerusakan paling parah.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa langkah tambal sulam ini bersifat sementara sembari menunggu penanganan lanjutan yang lebih permanen.

“Perbaikan ini sifatnya darurat untuk menjaga keselamatan masyarakat. Untuk penanganan permanen, tentu akan dilakukan sesuai perencanaan dan anggaran yang ada,” jelasnya.

Di tengah proses perbaikan tersebut, Henri kembali menekankan pentingnya kewaspadaan pengguna jalan.

Ia mengimbau pengendara agar mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan lebih berhati-hati, khususnya saat hujan atau kondisi jalan licin.

Baca Juga: Tenda Pengungsian dan Dapur Umum Disiapkan, Pemkot Bekasi Pastikan Bantuan Merata Untuk Korban Banjir

“Kami meminta pengendara tetap waspada dan mengutamakan keselamatan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap, dengan adanya perbaikan cepat dan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Potensi kecelakaan akibat kerusakan jalan dapat diminimalisir hingga kondisi jalan kembali normal sepenuhnya.***