BEKASI.POJOKSATU.ID - Kesigapan sopir truk kontainer dalam mengambil keputusan darurat diduga berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa dalam insiden kecelakaan di Jembatan Kanal Banjir Timur, Sagara Makmur, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Senin 2 Februari 2026 malam.
Truk yang diduga mengalami rem blong tersebut akhirnya menghantam pangkalan ojek setelah sopir membanting setir ke kiri.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.00 WIB saat truk melaju dari arah atas jembatan.
Baca Juga: 7 Hotel Mewah di Bogor Favorit Staycation Awal Tahun 2026, Udara Sejuk dan Fasilitas Premium
Berdasarkan kesaksian warga, kendaraan berat itu sempat menyerempet sejumlah mobil dan sepeda motor sebelum akhirnya berbelok ke arah pangkalan ojek.
Sukri (38), tukang ojek yang berada di lokasi kejadian, mengatakan truk melaju tak terkendali sejak dari atas jembatan.
Menurutnya, sopir telah berupaya mengendalikan kendaraan namun sistem pengereman tidak berfungsi.
Baca Juga: Mudik Lebaran Aman dan Nyaman, LRT Jabodebek Perkuat Layanan Kelompok Prioritas
“Jadi begini, itu mobil udah blong dari jembatan di atas. Terus sudah begitu, ada mobil kesenggol, motor juga kesenggol. Mau ngerem lagi enggak bisa,” ujar Sukri, Selasa 3 Februari 2026.
Ia menuturkan, truk sempat diperkirakan akan melaju lurus, yang berpotensi menabrak lebih banyak kendaraan dan warga di jalur padat tersebut.
Namun, sopir justru mengambil keputusan cepat dengan membanting setir ke kiri.
Baca Juga: Saat Jalan Hilang dan Dapur Umum Jadi Harapan Warga Muaragembong
“Pas selesai turunan, enggak tahunya mobilnya ngambil ke kiri. Akhirnya kena motor, ada sekitar lima motor yang kena,” katanya.
Kesaksian senada disampaikan Gopar (45), saksi mata lainnya. Ia menduga tindakan sopir tersebut dilakukan secara sadar untuk menghindari dampak yang lebih fatal.
“Dia banting setir ke kiri biar berhenti. Daripada dia lurus, lebih banyak yang korban. Mobil enggak bakal berhenti kalau lurus,” tutur Gopar.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bangunan pangkalan ojek.
Para pengemudi ojek setempat terpaksa membongkar dan memperbaiki bangunan secara gotong royong karena kondisi atap dan rangka yang rusak berat.
Baca Juga: Disdagperin Bekasi Siaga Jaga Harga dan Stok Pangan Jelang Ramadan
“Parah, makanya dibongkar habis. Asbesnya jatuh semua, jadi harus diganti,” jelas Gopar.
Gopar menambahkan, kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Pengemudi truk dan para korban sepakat menempuh jalur damai dengan mekanisme ganti rugi.
“Iya, kebijaksanaan kita aja. Intinya tidak ada saling dirugikan, namanya juga musibah,” pungkasnya.
Insiden ini sebelumnya sempat viral di media sosial dan menuai beragam respons warganet, terutama terkait bahaya kendaraan berat di jalur padat serta pentingnya pemeriksaan rem sebelum beroperasi.***




