BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pertanian kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas produksi padi pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah.
Sebagai langkah konkret, sebanyak 12.775 kilogram benih padi dialokasikan untuk 557 petani yang tergabung dalam 17 kelompok tani di dua desa terdampak di Kecamatan Sukakarya.
Pada tahap awal, sebanyak 10.225 kilogram benih telah disalurkan, sementara sisanya 2.550 kilogram akan dirampungkan pada hari berikutnya.
Baca Juga: Pungli di Jalur TPA Sumur Batu, Sopir Truk Sampah Mengaku Diintimidasi dan Kaca Spion Diketok
Langkah ini menjadi bagian dari strategi cepat pemerintah daerah untuk memastikan siklus tanam tidak terganggu terlalu lama akibat bencana.
Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, menegaskan bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Bantuan benih ini kami salurkan secara bertahap, hari ini sebanyak 10.225 kilogram dan sisanya akan disalurkan besok hingga total 12.775 kilogram terpenuhi,” ujarnya.
Baca Juga: Polisi Sita 5.250 Butir Tramadol di Pasirgombong, Tiga Terduga Pelaku Ditangkap
Menurutnya, percepatan pemulihan lahan pertanian menjadi prioritas utama karena sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus menopang perekonomian masyarakat pedesaan.
Gangguan produksi akibat banjir berpotensi berdampak luas, tidak hanya terhadap pendapatan petani, tetapi juga terhadap stabilitas pasokan beras di tingkat lokal.
Banjir yang merendam lahan sawah menyebabkan petani mengalami kerugian, terutama karena tertundanya masa tanam.
Baca Juga: Polisi Sita 5.250 Butir Tramadol di Pasirgombong, Tiga Terduga Pelaku Ditangkap
Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat memicu penurunan produksi pada musim panen mendatang.
Oleh karena itu, distribusi benih dipercepat agar petani dapat kembali mengolah lahan dan memulai budidaya.
“Dengan tersalurkannya bantuan ini, kami berharap benih dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya, sehingga produksi padi tetap terjaga dan petani bisa kembali beraktivitas secara optimal,” tambahnya.
Selain menjaga keberlanjutan produksi, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi gangguan ketahanan pangan akibat bencana alam.
Di tengah tantangan perubahan cuaca dan risiko banjir yang semakin sering terjadi, respons cepat menjadi kunci agar sektor pertanian tetap resilien.
Baca Juga: Relokasi 200 UMKM ke Jalan Veteran, 50 Pedagang Alun-Alun Bekasi Masih Menunggu Kepastian Lapak
Penyaluran bantuan dilakukan dengan pengawalan petugas terkait, mulai dari Ketua Tim Perlindungan Tanaman, Koordinator Penyuluh Kecamatan Sukakarya, hingga petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan.
Proses distribusi berjalan sesuai data yang telah diverifikasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Pemerintah daerah menilai bahwa stabilitas produksi padi bukan sekadar isu pertanian, melainkan juga menyangkut stabilitas ekonomi daerah.
Baca Juga: Harga Daging di Bekasi Tembus Rp140 Ribu, Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu per Kilogram
Ribuan keluarga menggantungkan hidup pada sektor ini, sehingga percepatan pemulihan pascabanjir menjadi bagian dari strategi menjaga daya tahan ekonomi lokal.
“Kami ingin memastikan pemerintah daerah hadir membantu petani yang terdampak banjir, sekaligus menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan di Kabupaten Bekasi,” tandasnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Bekasi berharap proses tanam dapat kembali berjalan normal dan potensi penurunan produksi akibat bencana dapat ditekan seminimal mungkin.
Upaya tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ketahanan pangan daerah menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda.***




