BEKASI.POJOKSATU.id – Menjelang arus mudik Lebaran, kondisi sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bekasi menjadi sorotan. Pasalnya, masih ditemukan banyak titik jalan rusak hingga berlubang yang dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengendara.

Beberapa ruas yang dilaporkan mengalami kerusakan di antaranya Jalan Inspeksi Kalimalang serta jalur Pantura dari perbatasan Kota Bekasi hingga Karawang. Kerusakan jalan ini berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan, terutama saat volume lalu lintas meningkat pada musim mudik.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi saat ini tengah mempercepat upaya perbaikan jalan yang rusak. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Bina Marga (Dinas SDA-BMBK) agar jalan-jalan yang berlubang segera dirapikan. Mudah-mudahan secepatnya bisa ditangani,” ujar Asep, Jumat 6 Maret 2026.

Menurutnya, perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah menjelang Lebaran. Hal ini mengingat arus kendaraan diprediksi meningkat tajam seiring banyaknya masyarakat yang pulang ke kampung halaman.

"Targetnya sebelum Lebaran semuanya sudah selesai. Bahkan kalau bisa besok sudah mulai dikerjakan,” kata dia.

Asep menjelaskan, pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan. Titik-titik kerusakan, khususnya jalan berlubang, akan segera ditangani agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas pemudik.

Baca Juga : Harga Cabai Rawit Melonjak Rp100 Ribu di Bekasi, Pemkab Siapkan Operasi Pasar 12 Maret

“Banyak titiknya, terutama yang berlubang. Semua yang ada kerusakan harus kita perbaiki agar masyarakat yang melintas bisa lebih aman,” jelas Asep.

Untuk mendukung percepatan perbaikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

Perbaikan yang dilakukan bersifat sementara, namun diharapkan mampu memastikan kondisi jalan tetap layak dilalui selama masa mudik.

“Yang terpenting masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman. Karena itu kita pastikan jalan-jalan yang rusak segera ditangani sebelum Lebaran,” ungkap Asep.

Ia juga menambahkan, sebagian ruas jalan yang mengalami kerusakan merupakan jalan nasional sehingga penanganannya memerlukan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

“Ini juga ada jalan nasional. Kami sudah mengajukan kepada gubernur agar ada perbaikan sepanjang sekitar 33 kilometer sampai perbatasan wilayah,” tandas Asep.***