BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi bakal menutup secara bertahap sejumlah putaran arah atau u-turn di jalur arteri utama Pantura Bekasi–Karawang. Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat arus mudik Lebaran 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, mengatakan terdapat sekitar 30 titik u-turn di sepanjang jalur tersebut. Penutupan akan dilakukan baik secara sementara maupun permanen guna meminimalkan potensi kemacetan.

“Fokusnya agar tidak banyak terjadi simpul-simpul kepadatan di jalur arteri. Namun titik mana saja yang akan ditutup masih kami finalkan dan diputuskan dalam dua hari ke depan,” kata Agus, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, penataan putaran arah tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur Pantura. Jalur tersebut selama ini menjadi salah satu lintasan utama pemudik, khususnya pengendara roda dua.

Meski begitu, Agus menegaskan kebijakan penutupan u-turn tetap mempertimbangkan mobilitas masyarakat yang tinggal di sekitar jalur tersebut.

Karena itu, tidak semua titik akan ditutup secara permanen. Sebagian u-turn hanya akan ditutup sementara menggunakan water barrier sehingga dapat dibuka kembali setelah arus lalu lintas kembali normal.

U-turn yang ditutup sementara umumnya berada di dekat area aktivitas masyarakat seperti pasar, rumah sakit, maupun fasilitas publik lainnya.

“Selain untuk mengurangi kepadatan saat puncak mudik, kebijakan ini juga harus tetap memerhatikan aktivitas masyarakat sekitar. Jadi ada yang ditutup permanen dan ada yang hanya ditutup sementara menggunakan pembatas,” ujarnya.

Baca Juga : Cegah Kebakaran Saat Mudik Lebaran, Pemkot Bekasi Minta Warga Periksa Instalasi Listrik di Rumah

Pemerintah Kabupaten Bekasi juga memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung arus mudik telah disiapkan. Fasilitas tersebut meliputi pemasangan marka jalan tambahan hingga perlengkapan lalu lintas lainnya.

Agus memastikan seluruh fasilitas itu akan terpasang sebelum puncak arus mudik dimulai sehingga pengaturan lalu lintas dapat berjalan optimal.

“Semua sudah disiapkan dan akan dipasang. Jadi saat arus mudik mulai meningkat, baik fasilitas maupun personel sudah dalam kondisi siap,” jelasnya.

Untuk diketahui, pergerakan pemudik pada Lebaran 2026 diperkirakan tidak menumpuk dalam satu waktu. Kepolisian memprediksi arus mudik tahun ini akan terbagi dalam dua gelombang besar, dengan gelombang pertama mulai terlihat pada akhir pekan ini.

Di wilayah Bekasi sendiri terdapat dua jalur utama yang menjadi lintasan pemudik. Pertama adalah Tol Jakarta–Cikampek yang didominasi kendaraan roda empat atau lebih. Kedua yakni jalur arteri Pantura Karawang–Bekasi yang banyak dilalui kendaraan roda dua.

Selain itu, Jalan Inspeksi Kalimalang juga kerap menjadi jalur alternatif bagi pengendara roda dua yang hendak menuju arah timur.***