BEKASI.POJOKSATU.ID - Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi mulai mempertimbangkan penerapan skema work from home bagi sebagian pegawainya sebagai bagian dari langkah efisiensi energi yang tengah disiapkan perusahaan.
Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi, mengatakan kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian sambil menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat terkait program penghematan energi.
“Terkait hal itu, kami akan segera menyusun kebijakan setelah edaran resmi diterima. Kami tentu harus menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi,” ujar Reza, dikutip dari Radar Bekasi, 9 April 2026.
Menurutnya, skema WFH memungkinkan diterapkan khusus bagi pegawai di bagian administrasi yang tidak terlibat langsung dalam pelayanan lapangan.
Langkah ini dinilai dapat membantu menekan penggunaan energi, terutama listrik di lingkungan kantor.
“Secara teknis, pegawai di bagian administrasi yang memungkinkan dapat menjalankan WFH. Sementara petugas pelayanan harus tetap bekerja di lapangan agar pelayanan tidak terganggu,” jelasnya.
Reza menegaskan, meski ada rencana efisiensi, Perumda Tirta Bhagasasi tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
Distribusi air bersih yang menjadi kebutuhan utama warga tidak boleh terhambat oleh kebijakan internal perusahaan.
Ia menambahkan, kebutuhan listrik menjadi faktor penting dalam operasional perusahaan, terutama untuk mendukung proses produksi air bersih dan pengoperasian pompa distribusi.
Karena itu, selain WFH, pihaknya juga tengah menginventarisasi berbagai sektor yang bisa dioptimalkan untuk efisiensi, termasuk pengurangan penggunaan listrik di kantor pusat maupun cabang.
Langkah efisiensi ini juga akan diimbangi dengan upaya menjaga produktivitas pegawai, baik yang bekerja dari kantor maupun dari rumah.
Manajemen memastikan sistem kerja tetap berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas kinerja.
Selain itu, Tirta Bhagasasi juga tengah mengkaji penggunaan teknologi pendukung seperti pompa hemat energi untuk menunjang operasional jangka panjang.
“Proses produksi kami masih sangat bergantung pada listrik. Karena itu, upaya efisiensi difokuskan pada penggunaan pompa yang lebih hemat energi demi keberlanjutan operasional,” kata Reza.
Dengan berbagai langkah tersebut, perusahaan berharap efisiensi tidak hanya berdampak pada penghematan biaya, tetapi juga mampu meningkatkan kinerja dan pendapatan perusahaan ke depan.***




