BEKASI.POJOKSATU.id - Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyatakan pemerintah daerah bertanggung jawab penuh terhadap penanganan korban kecelakaan kereta api di sekitar Stasiun Bekasi, termasuk pembiayaan pengobatan dan bantuan kepada keluarga terdampak.
Ia mengungkapkan, jumlah korban mencapai puluhan orang yang saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. Selain itu, pihaknya masih melakukan pendataan, termasuk lima korban yang diduga warga Kabupaten Bekasi meski ber-KTP luar daerah.
“Kita khawatirkan lima orang ini adalah warga Kabupaten Bekasi yang memang domisili di sini, tapi belum pindah administrasi. Ini masih kita telusuri,” ujar dia.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Soroti Keamanan Perlintasan Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
Asep menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan medis, tetapi juga akan memikirkan bantuan jangka panjang, terutama bagi korban yang menjadi tulang punggung keluarga.
“Kita akan pikirkan ke depan, terutama jika korban adalah pencari nafkah utama. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” tambahnya.
Ia juga menyoroti banyaknya perlintasan sebidang yang masih minim pengamanan, bahkan hanya menggunakan palang sederhana.
“Ini jadi PR besar bagi kita. Banyak perlintasan yang hanya dijaga secara sederhana, bahkan ada yang hanya menggunakan palang bambu dan dijaga warga,” ungkapnya.
Baca Juga: RSUD Bekasi Rawat 22 Korban Kecelakaan Kereta, Mayoritas Sudah Jalani Operasi
Ke depan, Pemkab Bekasi akan berkoordinasi dengan PT KAI untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta mempertimbangkan pembangunan flyover maupun peningkatan sistem pengamanan.
“Kita akan kolaborasi dengan KAI. Ke depan, kita pertimbangkan pembangunan flyover atau sistem pengamanan yang lebih baik. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Ia memastikan, perbaikan infrastruktur perlintasan akan menjadi prioritas dan segera dianggarkan.
“Ini kondisi darurat dan berbahaya. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Insya Allah akan kita anggarkan secepatnya,” pungkasnya.




