BEKASI.POJOKSATU.id - Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi memastikan kondisi ketahanan pangan daerah masih terjaga meskipun telah memasuki musim kemarau 2026. Hingga pertengahan Juni 2026, belum ditemukan laporan kekeringan maupun gagal panen (puso) pada lahan pertanian di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi.
Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, mengatakan pihaknya terus melakukan langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian.
“Sejauh ini belum ada laporan terkait kekeringan ataupun puso di lahan sawah. Meski demikian, berbagai upaya pencegahan tetap kami lakukan,” ujar Dodo, Rabu, 17 Juni 2026.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pertanian telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, di antaranya Kecamatan Tambelang, Sukatani, Cabangbungin, Sukawangi, dan Sukakarya.
Selain itu, pendataan alat dan mesin pertanian (alsintan), terutama pompa air, juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan sarana pendukung distribusi air saat diperlukan.
Baca Juga: MCU Balon Kades di RSUD Cabangbungin Rp324 Ribu, Sudah Termasuk Tes Narkoba
Dinas Pertanian turut menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta II, Kementerian Pertanian RI, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, serta kelompok tani.
Koordinasi tersebut difokuskan pada perbaikan jaringan irigasi, penguatan tanggul, dan pengaturan distribusi air agar kebutuhan lahan pertanian tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Selain memperkuat infrastruktur pengairan, pemerintah juga mendorong petani menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan, seperti Inpago 4, Inpago 5, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11 Agritan, Inpari 32, serta Inpari 38 Tadah Hujan Agritan.
Petani juga diimbau menyesuaikan pola tanam berdasarkan prakiraan cuaca dan memanfaatkan sumber air yang tersedia secara optimal, termasuk melalui sarana pompanisasi yang telah disiapkan.
Upaya lain yang dilakukan mencakup pendataan sumur dan pompa air, perbaikan saluran irigasi, hingga mobilisasi peralatan ke wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air.
Sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko gagal panen akibat perubahan iklim maupun bencana alam, pemerintah daerah juga mengajak petani mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Baca Juga: PPP Kabupaten Bekasi Resmi Punya Kepengurusan Baru, Sarif Marhaendi Siap Gaet Generasi Muda
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi optimistis produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga sepanjang musim kemarau tahun ini.***




