BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pertanian menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian. Upaya tersebut dilakukan menyusul ancaman kekeringan yang berpotensi melanda ribuan hektare lahan sawah.

Subkoordinator Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, mengatakan pemerintah telah mengeluarkan imbauan kepada petani agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Selain itu, Dinas Pertanian melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan sekaligus mendata pompa air dan sumber air yang masih tersedia untuk mendukung irigasi darurat.

Baca Juga: 2.592 Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi Terancam Kekeringan, Petani Mulai Panen Lebih Awal

“Pompa air dan sumber-sumber air yang masih tersedia terus kami data untuk membantu lahan pertanian yang mulai mengalami kekurangan pasokan,” katanya, Kamis, 23 Juli 2026.

Pemerintah juga menyediakan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang ditargetkan melindungi sekitar 1.500 hektare lahan pertanian dari risiko kerugian akibat kekeringan.

“Pemerintah juga menyiapkan Asuransi Usaha Tani Padi dengan target perlindungan seluas 1.500 hektare untuk mengurangi risiko kerugian petani akibat bencana kekeringan,” ujar Dodo.

Selain perlindungan asuransi, petani di wilayah yang kesulitan memperoleh air juga dianjurkan beralih sementara ke tanaman hortikultura yang membutuhkan pasokan air lebih sedikit dibandingkan padi.

Baca Juga: Panitia Pilkades Ragemanunggal Luncurkan Cek DPT Online, Warga Bisa Verifikasi Data Pemilih Secara Mandiri

Di sisi lain, Pemkab Bekasi terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai, Perum Jasa Tirta II, Kementerian Pekerjaan Umum, serta instansi terkait untuk memperbaiki dan menormalisasi saluran irigasi agar pasokan air ke lahan pertanian tetap terjaga selama musim kemarau.***