BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi merespons aspirasi ratusan petani dari wilayah utara terkait kebutuhan normalisasi saluran irigasi Bendung Kedung Gede (BKG) 15 hingga BKG 25.
Langkah tersebut diprioritaskan untuk memperlancar distribusi air ke lahan pertanian sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menyampaikan hal itu usai menerima audiensi perwakilan petani di Gedung Swatantra Wibawamukti, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin, 27 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, para petani meminta pemerintah segera menangani saluran sekunder BKG 15 hingga BKG 25 yang dinilai mengalami penurunan fungsi sehingga memengaruhi pasokan air ke areal persawahan di wilayah utara Kabupaten Bekasi.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Asep memastikan pemerintah daerah akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi penyebab terhambatnya aliran air.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Ajak Masyarakat Gunakan Logo Resmi Hari Jadi ke-76 di Seluruh Media Publikasi
"Besok kami akan turun ke wilayah Pebayuran untuk melihat langsung kondisinya. Dari informasi yang kami terima, ada sedimentasi atau pendangkalan serta penumpukan sampah yang menghambat aliran air," ujar Asep.
Selain mengecek sedimentasi dan sampah, Pemkab Bekasi juga akan memeriksa kondisi fisik saluran irigasi. Apabila ditemukan kerusakan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, perbaikannya akan diupayakan masuk dalam prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
Asep mengatakan proses normalisasi juga berpeluang mendapat dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta (PJT) yang siap mengerahkan alat berat apabila pekerjaan normalisasi diperlukan.
"Kalau memang perlu dilakukan normalisasi, tadi juga disampaikan BBWS dan PJT siap membantu dengan menurunkan alat berat," katanya.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Kucurkan Rp59,95 Miliar untuk Pilkades Serentak 2026 di 154 Desa
Menurut Asep, keberadaan saluran irigasi BKG 15 hingga BKG 25 sangat vital karena menopang kebutuhan air bagi sekitar 3.000 hektare lahan pertanian di sejumlah kecamatan di wilayah utara Kabupaten Bekasi.
Pemerintah daerah akan memetakan kondisi saluran sepanjang kurang lebih 10 kilometer tersebut sebelum menentukan bentuk penanganan yang dibutuhkan.
"Kalau memang hasil survei menunjukkan perlu dilakukan normalisasi, tentu akan kami tindak lanjuti agar distribusi air ke lahan pertanian kembali optimal," tandasnya.***




