BEKASI.POJOKSATU.id - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi yang berlokasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Asep menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun kondisi sosial.

“Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depannya hanya karena kondisi ekonomi atau keterbatasan yang dihadapi,” ujar Asep.

Ia menambahkan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan sebagai bekal membangun masa depan.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Alokasikan Rp164,22 Miliar untuk Infrastruktur 2026, Pendidikan Jadi Prioritas

“Pendidikan harus dapat dirasakan oleh seluruh anak bangsa karena setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan belajar dan menentukan masa depannya,” katanya.

Kegiatan MPLS tersebut diikuti ratusan siswa yang akan menjalani proses belajar dengan sistem pendidikan berasrama. Menurut Asep, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Selain memberikan pembelajaran akademik, sistem sekolah berasrama juga dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta kemandirian para peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah menjelaskan bahwa sebanyak 427 siswa akan mengikuti pendidikan di SRT 1 Kabupaten Bekasi.

"Peserta didik berasal dari Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, termasuk siswa yang sebelumnya mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat rintisan," ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh peserta didik berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2, sehingga program ini diharapkan mampu membuka peluang pendidikan yang lebih baik bagi mereka.

Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Diduga Gas Elpiji di Cikarang Utara, Dua Orang Tewas

Alamsyah berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus menjadi agen perubahan bagi keluarganya.

“Harapannya anak-anak kita setelah itu bisa menjadi agen perubahan untuk meningkatkan derajat ekonomi dan derajat kesehatan keluarga,” katanya.

Melalui sistem pendidikan berasrama, para siswa tidak hanya mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, tetapi juga berbagai program pembinaan karakter, kedisiplinan, dan aktivitas pengembangan diri sebagai bekal menghadapi masa depan.***