BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan seluruh biaya perawatan korban ledakan elpiji di Kampung Pulo Kapuk, RT 1 RW 5, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, ditanggung pemerintah daerah hingga korban pulih.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan, Pemkab Bekasi akan meng-cover biaya yang dibutuhkan korban selama menjalani perawatan medis di rumah sakit.
“Untuk biaya perawatannya, insyaallah kami akan cover dari Pemerintah Kabupaten Bekasi,” kata Asep.
Saat ini, empat korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Dua korban dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, satu korban di RSUD Kabupaten Bekasi, dan satu korban lainnya mendapatkan perawatan di Sentra Medika.
Asep mengatakan, Pemkab Bekasi tidak ingin korban maupun keluarga terbebani persoalan biaya selama proses pengobatan berlangsung.
Karena itu, pemerintah daerah memastikan kebutuhan biaya perawatan korban menjadi tanggung jawab Pemkab Bekasi.
Baca Juga : Kejari Kabupaten Bekasi Pulihkan Keuangan Negara Rp41,53 Miliar hingga Agustus 2026
“Untuk penanganan korban kami lakukan,” ujarnya.
Selain memastikan biaya pengobatan, Pemkab Bekasi bersama Baznas Kabupaten Bekasi juga memberikan bantuan kepada keluarga korban yang mendampingi proses perawatan.
Baznas menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp15 juta dan bahan pokok untuk membantu kebutuhan keluarga korban, terutama mereka yang harus mendampingi korban menjalani perawatan di Bandung.
“Baznas sudah menyerahkan beberapa anggaran untuk ongkosnya, untuk makannya, agar yang di Bandung yang nunggunya punya bekal selama keluarganya dirawat,” jelas Asep.
Asep menegaskan, Pemkab Bekasi akan terus memantau kondisi para korban hingga mendapatkan penanganan medis secara maksimal.
Pemerintah daerah, kata dia, juga memastikan korban mendapatkan dukungan selama menjalani proses pemulihan akibat insiden ledakan elpiji tersebut.***




