BEKASI.POJOKSATU.id - Camat Setu Joko Dwijatmoko meminta seluruh calon kepala desa di wilayahnya menjaga suasana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tetap aman, nyaman, dan damai. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Deklarasi Damai Calon Kepala Desa se-Kecamatan Setu, Jumat, 11 September 2026.

Joko mengatakan, terdapat 32 calon kepala desa yang mengikuti tahapan Pilkades di Kecamatan Setu. Ia mengingatkan seluruh calon agar mampu menyikapi perbedaan selama proses pemilihan berlangsung.

"Ya, arahannya kita harus bisa menyikapi perbedaan yang ada supaya pelaksanaan Pilkades bisa berjalan aman, nyaman, dan damai," ujar Joko.

Selain menjaga kondusivitas, para calon juga diminta menjalankan kampanye secara jujur dan transparan. Joko mengingatkan agar pelaksanaan kampanye tidak diwarnai penyebaran informasi bohong atau isu yang dapat memicu perpecahan.

Baca Juga: Kebakaran Lahan Palet dan Lapak Limbah di Cikarang Utara, Diduga Akibat Bakar Sampah

"Dan untuk melakukan kampanye secara jujur, terus transparan, tidak mengedepankan hoaks ataupun, apa, penggunaan ras, ras yang tidak baik gitu," katanya.

Terkait kondisi wilayah menjelang pelaksanaan kampanye, Joko menyebut situasi Kecamatan Setu secara umum masih kondusif. Menurutnya, perbedaan yang muncul di tengah masyarakat masih dalam batas wajar dan dapat diselesaikan.

"Alhamdulillah masih kondusif. Kalau ada sedikit perbedaan, wajar saya bilang. Tapi masih bisa kita, setelah kita selesaikan semuanya," ungkapnya.

Joko menjelaskan, masa kampanye Pilkades akan dimulai pada Senin, 14 September hingga 15 September 2026. Setelah itu, tahapan dilanjutkan dengan masa tenang pada 16 hingga 17 September.

Meski secara umum kondusif, Joko mengakui terdapat sejumlah wilayah yang mendapat perhatian lebih dalam pemantauan Pilkades. Salah satunya Desa Burangkeng yang dinilai memiliki eskalasi politik cukup tinggi.

Baca Juga: 5 Calon Kades Burangkeng Resmi Kantongi Nomor Urut, Tahapan Pilkades Berlanjut ke Penetapan DPT

"Ya, dari awal mungkin, mudah-mudahan hanya hangat-hangat biasa. Burangkeng memang karena eskalasi politiknya masih lumayan tinggi," ujarnya.

Selain Burangkeng, Desa Ciledug juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan Pilkades. Joko menyebut hal tersebut sesuai dengan arahan dari Kapolres Metro Bekasi.

"Ciledug, kalau Ciledug itu kita arahan dari Pak Kapolres, kita jadi atensi. Tapi yang lainnya alhamdulillah aman semua," katanya.

Joko berharap kondisi tersebut dapat terus terjaga hingga seluruh tahapan Pilkades selesai. Ia kembali menegaskan bahwa secara umum situasi di Kecamatan Setu masih aman dan kondusif.***