BEKASI.POJOKSATU.id — Ruangan Bupati Bekasi dan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi digembok sekelompok orang pada Jumat, 18 September 2026.
Penggembokan diduga berkaitan dengan aksi protes terhadap hasil seleksi bakal calon kepala desa yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo mengatakan polisi langsung mendatangi lokasi setelah mengetahui adanya aksi tersebut.
"Kami lebih proaktif terkait kejadian penyegelan kantor pada Jumat (18/9) sore kemarin. Kita sudah olah TKP duluan meski belum ada laporan yang masuk," kata Andi, Minggu 20 September 2026.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi. Polisi juga membuka rantai dan gembok yang terpasang di sejumlah ruangan.
Andi mengatakan aksi tersebut diduga dilakukan oleh pendukung bakal calon kepala desa yang tidak lolos seleksi.
Mereka disebut memprotes hasil seleksi yang membuat sejumlah bakal calon tidak masuk dalam lima besar.
Baca Juga : Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi, 9 TPS Masuk Kategori Sangat Rawan
Kelompok tersebut meminta pelaksanaan Pilkades ditunda. Mereka juga meminta bakal calon yang tidak lolos seleksi tetap diikutsertakan dalam pemilihan.
Polisi masih menunggu laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun dinas terkait untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
"Untuk antisipasi, kita tetap menunggu nantinya ada laporan dari pemerintah daerah maupun dinas terkait. Sementara ini, aksi itu masih dianggap spontanitas, ya," ujar Andi.
Polisi memastikan penanganan lebih lanjut akan dilakukan setelah laporan resmi diterima.
Sementara itu, situasi di lingkungan kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi masih dalam pemantauan aparat kepolisian.***




