BEKASI.POJOKSATU.ID - Sebanyak 3.300 calon jamaah haji asal Kabupaten Bekasi mengikuti program vaksinasi meningitis dan polio sebagai bagian dari persiapan keberangkatan ibadah haji tahun 2026.

Vaksinasi ini digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi di Gedung Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, dengan sistem pelayanan bertahap guna memastikan kelancaran dan kenyamanan peserta.

Program vaksinasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari, mulai 26 Maret hingga 1 April 2026.

Dalam pelaksanaannya, jumlah peserta yang dilayani setiap hari berkisar antara 500 hingga 700 orang.

Baca Juga: Strategi Besar Bekasi, Kawasan Grand Wisata dan MM2100 Akan Disulap Jadi Pusat Bisnis dan Pariwisata

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Irfan Maulana, menjelaskan bahwa pembagian jadwal ini dilakukan untuk menghindari penumpukan jamaah di lokasi kegiatan.

“Vaksinasi meningitis dan polio ini menyasar sekitar 3.300 calon jemaah haji. Pelaksanaannya kita atur bertahap, setiap hari sekitar 500 sampai 700 orang,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, 26 Maret 2026.

Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh jamaah yang mengikuti vaksinasi ini telah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan sebelumnya, termasuk penentuan istitha’ah atau kelayakan fisik untuk menjalankan ibadah haji.

“Vaksinasi ini merupakan tahapan lanjutan setelah pemeriksaan kesehatan yang sudah dimulai sejak November 2025,” jelasnya.

Baca Juga: Syarat Gadai BPKB Mobil di SEVA, Solusi Dana Tunai untuk Kebutuhan Warga Bekasi

Dari sisi keberangkatan, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan skema pembagian kloter bagi para jamaah.

Tahun ini, jamaah haji asal Bekasi akan diberangkatkan dalam tujuh kloter penuh serta satu kloter tambahan yang bersifat campuran.

Seluruh jamaah dijadwalkan berangkat melalui Bandara Kertajati, Majalengka, yang menjadi titik embarkasi untuk wilayah tersebut.

Selain fokus pada jumlah dan jadwal, Dinas Kesehatan juga menyiapkan dukungan tenaga medis guna mendampingi jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Tercatat sebanyak 12 tenaga kesehatan kloter disiapkan, ditambah pendamping dari daerah untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal.

Irfan menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi prioritas utama, mengingat ibadah haji berlangsung dalam waktu cukup lama dengan aktivitas fisik yang tinggi.

“Kewaspadaan dini terhadap penyakit yang berpotensi menjadi wabah menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Baca Juga: Bermodal Curhat ke Kapolres Metro Bekasi, Dua Pria Terlantar Ini Akhirnya Bisa Pulang ke Medan

Ia juga mengimbau para jamaah untuk menjaga kondisi tubuh menjelang keberangkatan, termasuk dengan istirahat cukup dan menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kelelahan.

Dengan jumlah jamaah yang besar serta jadwal yang telah disusun rapi, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap seluruh proses persiapan hingga keberangkatan dapat berjalan lancar.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan jamaah haji dapat menjalankan ibadah dengan aman, sehat, dan nyaman hingga kembali ke tanah air.***