POJOKBEKASI.com - Sebanyak 44 siswa dari 17 kecamatan di Kabupaten Bekasi mengikuti Program Sekolah Rakyat jenjang SMA yang berlokasi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Kota Bekasi. Seluruh siswa mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar sejak 14 Juli 2025 kemarin.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Hasan Basri mengatakan, program pemerintah pusat itu menyasar masyarakat yang putus sekolah dan terkatagori miskin ekstrem berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

"(Program) ni memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak yang keluarganya berkatagori miskin ekstrem agar bisa lanjut belajar ke jenjang lebih tinggi," ungkapnya, Selasa (22/7/2025).

Hasan mengatakan, untuk ketentuan teknis seluruhnya mengacu pada arahan Kemeterian Sosial. Sementara untuk penetapan resmi siswa dilakukan oleh kepala daerah melalui Surat Keputusan Bupati.

"Prosesnya tidak asal ambil, ada tes kesehatan, wawancara dengan keluarga, dan penyesuaian minat belajar, jadi kalau tidak betah atau tidak serius, sejak awal sudah bisa terdeteksi," ucapnya.

Sekolah rakyat menerapkan kurikulum nasional. Sistem pembelajaran di sekolah ini juga tidak berbeda dengan sekolah pada umumnya. Namun siswa di sekolah ini seluruhnya tinggal di asrama yang berada di dalam komplek sekolah.

"Metode belajar, kurikulum, dan jenjang pendidikan mengikuti standar sekolah formal," katanya.

Sekolah rakyat jenjang SMA yang berlokasi di Kota Bekasi ini memiliki 180 siswa yang terbagi menjadi sembilan rombongan belajar. Selain di Bekasi, sekolah rintisan ini juga terdapat di kota-kota lainnya di Indonesia.(*)