BEKASI.POJOKSATU.ID - Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dinas Kesehatan mengingatkan bahwa paparan perangkat digital tanpa kontrol dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis.

Fenomena anak yang semakin akrab dengan gadget sejak usia dini dinilai membawa konsekuensi besar jika tidak diimbangi dengan pengawasan yang tepat.

Dalam kondisi tertentu, anak bahkan bisa mengalami gangguan perkembangan akibat terlalu lama berinteraksi dengan layar.

Baca Juga: WFH Mulai Dipertimbangkan, Tirta Bhagasasi Siapkan Skema Kerja Baru untuk Pegawai

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mengungkapkan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kesehatan tubuh anak, mulai dari gangguan mata, kurangnya aktivitas fisik, hingga risiko dehidrasi akibat kurangnya perhatian terhadap kebutuhan tubuh.

“Jangan sampai anak terus-menerus terpapar gadget tanpa kontrol. Ini berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan kemampuan sosial mereka,” tegasnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, 9 April 2026.

Tidak hanya itu, dampak psikologis juga menjadi perhatian utama. Anak yang terlalu sering menggunakan gadget cenderung mengalami penurunan interaksi sosial, kesulitan berkonsentrasi, hingga perubahan emosi yang tidak stabil.

Kondisi ini diperparah jika anak mengakses konten tanpa pengawasan orang tua. Paparan konten negatif dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku anak dalam jangka panjang.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Bekasi Dukung Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Target Tekan Pengangguran

Selain gangguan mental, penggunaan gadget secara berlebihan juga berpotensi menurunkan kualitas tidur anak.

Paparan cahaya layar dalam waktu lama dapat mengganggu ritme alami tubuh, sehingga anak menjadi sulit tidur atau mengalami kelelahan di siang hari.

Untuk itu, masyarakat, khususnya orang tua, diimbau untuk mulai menerapkan pola penggunaan gadget yang sehat.

Salah satunya dengan membatasi durasi penggunaan serta memastikan anak tetap aktif melakukan kegiatan fisik di luar penggunaan perangkat digital.

Orang tua juga disarankan untuk lebih aktif mengawasi konten yang diakses anak serta memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia di perangkat digital.

Selain pengawasan, edukasi kepada anak juga menjadi hal penting. Anak perlu diberikan pemahaman tentang batasan penggunaan gadget serta risiko yang mungkin timbul jika digunakan secara berlebihan.

Baca Juga: Kades Tamansari Pastikan Tahapan Pengisian BPD Sesuai Jadwal yang Ditentukan, Ajak Penyelesaian Internal

Pemerintah Kabupaten Bekasi sendiri terus mendorong kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kesehatan anak.

Dengan langkah tersebut, diharapkan anak-anak tetap dapat menikmati manfaat teknologi tanpa harus mengorbankan kesehatan mereka.

“Harapannya, manfaat teknologi lebih banyak dirasakan daripada risikonya,” pungkasnya.***