BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai menjajaki kolaborasi dengan dunia usaha sebagai bagian dari upaya penanganan banjir yang melanda wilayah Babelan.
Salah satu perusahaan yang dilirik untuk mendukung penanganan infrastruktur dan kebencanaan adalah Pertamina, yang memiliki fasilitas dan wilayah operasional di sekitar lokasi terdampak banjir.
Langkah ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, saat meninjau langsung lokasi banjir di Desa Huripjaya, Kecamatan Babelan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Gangguan Teknis, Peretasan Situs RSUD Jadi Pelajaran Keamanan Digital
Menurut Endin, keterlibatan pihak swasta menjadi penting untuk mempercepat penanganan banjir, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
"Kami tentu harus melihat ketersediaan anggaran daerah. Namun, ada langkah lain yang kami upayakan, salah satunya menjajaki kerja sama dengan pihak Pertamina yang berada di sekitar lokasi," ujar Endin, Selasa 13 Januari 2026.
Banjir di Desa Huripjaya berdampak pada sekitar 970 kepala keluarga dengan ketinggian air bervariasi, bahkan mencapai 80 hingga 100 sentimeter di beberapa titik.
Baca Juga: Normalisasi Irigasi Tak Boleh Sekali Jalan, Camat Tambun Utara Ingatkan Pentingnya Perawatan Rutin
Kondisi ini diperparah oleh tersumbatnya aliran Sungai Kelici serta letak permukiman warga yang berbatasan langsung dengan rawa, sehingga air cenderung lama surut.
Endin menjelaskan, kolaborasi dengan dunia usaha diharapkan dapat mendukung penanganan fisik, seperti normalisasi sungai, perbaikan saluran air, hingga penyediaan alat berat.
Menurutnya, penanganan banjir membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar solusi yang dihasilkan bersifat jangka panjang dan berkelanjutan.
Baca Juga: Bantaran Sungai Jadi Titik Rawan, BPBD Bekasi Minta Warga Siaga Hadapi Banjir
"Penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan sekitar agar infrastruktur pendukung bisa ditangani lebih cepat," katanya.
Selain upaya teknis, Pemkab Bekasi juga memastikan bantuan logistik tetap disalurkan kepada warga terdampak.
Bantuan tersebut dipusatkan di Desa Huripjaya dan didistribusikan melalui pemerintah desa dan kecamatan agar tepat sasaran.
Di sisi lain, Kepala Desa Huripjaya, M. Yakub, menyambut baik rencana kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.
Ia berharap keterlibatan perusahaan dapat membantu mempercepat penanganan banjir yang hampir setiap tahun melanda wilayahnya.
Baca Juga: Pelayanan Digenjot, Kabupaten Bekasi Bidik Investasi Rp73,2 Triliun di 2026
"Kami sangat berharap ada dukungan dari perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah kami. Penanganan banjir butuh alat dan biaya yang tidak sedikit," ujar Yakub.
Ia menambahkan, pihak desa bersama warga telah berkoordinasi untuk melakukan normalisasi saluran air dan membersihkan sumbatan yang menghambat aliran sungai.
Namun, tanpa dukungan tambahan, upaya tersebut dinilai belum maksimal.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha, Pemkab Bekasi berharap penanganan banjir di Babelan tidak hanya bersifat darurat, tetapi mampu menghadirkan solusi jangka panjang demi melindungi keselamatan dan aktivitas warga.***




